Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Operasional SPPG se-Kepri Ditargetkan 100 Persen di 2026
Oleh : Redaksi
Sabtu | 31-01-2026 | 18:08 WIB
SPPG-Teluk-Tering1.jpg Honda-Batam
Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura bersama Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza memotong pita, meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Usman Harun, Teluk Keriting, Tanjungpinang, Jumat (30/1/2026). (Foto: Diskominfo Kepri)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura mengatakan, Pemerintah Provinsi Kepri menargetkan seluruh SPPG dapat mencapai 100 persen beroperasi tahun 2026.

Meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Usman Harun, Teluk Keriting, Tanjungpinang, Jumat (30/1/2026), Nyanyang menegaskan jika pembangunan SPPG di Kepulauan Riau menunjukkan progres yang sangat baik.

Ia juga mengungkapkan bahwa capaian pembangunan SPPG di Provinsi Kepulauan Riau saat ini telah mencapai 77,8 persen.

Khusus di Kota Tanjungpinang, telah berdiri 20 SPPG, termasuk peresmian SPPG Usman Harun yang yang dikelola Yayasan Garuda Bakti Pertiwi.

Sementara itu, untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), lanjutnya, terdapat sekitar 150 titik dengan capaian pembangunan mendekati 90 persen. Sedangkan SPPG reguler ditargetkan rampung hingga 70 persen dan diharapkan tuntas sepenuhnya pada akhir 2026.

Wagub Nyanyang juga kembali menyampaikan bahwa Program Makan Gizi Gratis merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi masyarakat.

SPPG ia katakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.

"SPPG harus benar-benar menjadi garda terdepan dalam memastikan pemenuhan gizi yang berkualitas dan merata," tegasnya.

Usai peresmian, Wagub Nyanyang meninjau langsung fasilitas dapur dan ruang distribusi makanan SPPG Usman Harun untuk memastikan kesiapan infrastruktur, kelayakan peralatan, serta mekanisme pendistribusian makanan bergizi kepada penerima manfaat.

Editor: Yudha