Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Gelombang Pertama, 36 WNI Korban Online Scam dari Kamboja Telah Tiba di Bandara Soekarno-Hatta
Oleh : Redaksi
Sabtu | 31-01-2026 | 11:48 WIB
wni-kamboja2.jpg Honda-Batam
Sebanyak 36 PMI bermasalah sektor online scam dari Kamboja saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (30/1/2026). (Foto: Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia (Dit PWNI) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh memfasilitasi kepulangan 36 Warga Negara Indonesia/Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (WNI/PMIB) sektor online scam dari Kamboja.

Para WNI tersebut tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (30/1/2026) pukul 20.10 WIB. Setibanya di Indonesia, seluruh WNI langsung diserahkan kepada instansi terkait untuk menjalani proses penanganan, pendampingan, dan pemulihan lanjutan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Pemulangan ini menjadi gelombang pertama pemulangan WNI dari Kamboja pada tahun 2026. Proses kedatangan turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenkopolkam), Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Bareskrim Polri, serta otoritas Bandara Soekarno-Hatta.

Kemlu menegaskan bahwa pemerintah akan terus hadir dalam memberikan pelindungan kepada WNI yang mengalami permasalahan di luar negeri. "Setibanya di Tanah Air, para WNI langsung kami serahkan kepada instansi terkait untuk mendapatkan pendampingan dan penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku," ujar perwakilan Kemlu.

Kementerian Luar Negeri kembali mengimbau masyarakat Indonesia agar senantiasa mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku apabila hendak bekerja di luar negeri, termasuk menaati seluruh ketentuan keimigrasian negara tujuan. "Kami mengingatkan masyarakat untuk menggunakan jalur resmi dan memahami secara menyeluruh prosedur bekerja di luar negeri guna menghindari praktik penipuan dan eksploitasi," kata perwakilan Kemlu.

Kementerian Luar Negeri RI menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi di Kamboja serta meningkatkan koordinasi dengan KBRI Phnom Penh. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses pemulangan WNI berikutnya dapat berjalan dengan aman, cepat, dan terkoordinasi.

Editor: Gokli