Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia-PEA Perkuat Diplomasi Iklim Lewat Mangrove dan Energi Bersih di ADSW 2026
Oleh : Redaksi
Sabtu | 24-01-2026 | 14:48 WIB
ADSW-2026.jpg Honda-Batam
Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW) 2026 yang berlangsung pada 11-15 Januari 2026 di Abu Dhabi. (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia menegaskan penguatan diplomasi iklim dengan Persatuan Emirat Arab (PEA) melalui partisipasi aktif dalam Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW) 2026 yang berlangsung pada 11-15 Januari 2026 di Abu Dhabi.

Forum keberlanjutan global yang diselenggarakan Masdar tersebut menjadi momentum strategis untuk memperdalam kerja sama bilateral Indonesia-PEA di bidang aksi iklim, transisi energi, dan pembangunan berkelanjutan.

ADSW 2026 dibuka secara resmi oleh Menteri Industri dan Teknologi Maju PEA HE Dr Sultan bin Ahmed Al Jaber yang juga CEO ADNOC dan Chairman Masdar, serta dihadiri Presiden PEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Kehadiran sejumlah kepala negara dan pemimpin dunia menegaskan peran ADSW sebagai forum utama diplomasi keberlanjutan global.

Indonesia diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang bertindak sebagai co-chair Pertemuan ke-3 Mangrove Alliance for Climate (MAC) bersama Menteri Lingkungan dan Perubahan Iklim PEA Amna bint Abdullah Al Dahak. Dalam forum tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya sebagai negara dengan ekosistem mangrove terbesar di dunia, seluas sekitar 3,44 juta hektare atau setara 23 persen dari total mangrove global.

Melalui forum MAC, Indonesia dan PEA mendorong mangrove sebagai solusi berbasis alam (nature-based solutions) untuk mitigasi perubahan iklim, perlindungan pesisir, dan ketahanan pangan. Pertemuan tersebut menghasilkan penandatanganan The 3rd MAC Charter yang memperkuat tata kelola, mekanisme pengambilan keputusan, serta komunikasi aliansi yang kini melibatkan lebih dari 40 negara dan institusi global. Kerja sama mangrove ini menjadi salah satu kerja sama unggulan Indonesia-PEA sejak diluncurkan pada COP27.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Eddi Soeparno menegaskan komitmen Indonesia dalam diplomasi transisi energi saat menjadi pembicara pada Geothermal Energy Dialogue. Indonesia membuka peluang investasi dan kerja sama dengan PEA dalam pengembangan energi panas bumi sebagai pilar utama energi bersih nasional.

Di sela rangkaian ADSW, Menko Pangan Zulkifli Hasan yang didampingi Wakil Ketua MPR RI Eddi Soeparno serta Duta Besar RI untuk PEA Judha Nugraha menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Energi dan Infrastruktur PEA Suhail Al Mazrouei yang juga menjabat Special Envoy PEA untuk Indonesia. Pertemuan tersebut membahas penguatan diplomasi iklim melalui kerja sama mangrove, pengembangan waste-to-energy, serta percepatan proyek prioritas menjelang peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-PEA pada 2026.

Dari sisi investasi, Indonesia Investment Authority (INA) memanfaatkan momentum ADSW untuk menjajaki peluang kerja sama dengan mitra strategis PEA, seperti Masdar, DP World, dan Emirates Global Aluminium, terutama di sektor energi bersih dan industri strategis yang mendukung agenda iklim.

KBRI Abu Dhabi turut mendampingi seluruh agenda diplomasi Indonesia, termasuk kunjungan lapangan ke fasilitas Emirates Waste to Energy di Sharjah dan Jubail Mangrove Park, serta penyelenggaraan lokakarya "Unlocking Blue Carbon Credit Potential from Mangrove in Indonesia" yang menyoroti potensi kredit karbon biru Indonesia.

Partisipasi Indonesia dalam ADSW 2026 mempertegas posisi Indonesia dan PEA sebagai mitra strategis dalam diplomasi iklim global, sekaligus menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong solusi nyata menghadapi tantangan perubahan iklim dan transisi energi berkelanjutan.

Editor: Gokli