Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

WEF Dukung Ocean Impact Summit 2026 di Bali, Perkuat Kepemimpinan Indonesia dalam Ekonomi Biru
Oleh : Redaksi
Sabtu | 24-01-2026 | 12:28 WIB
OIS-2026.jpg Honda-Batam
Menteri KP, Sakti Wahyu Trenggono bersama dua Managing Director WEF, Sebastian Buckup dan Maroun Kairouz, di sela rangkaian pertemuan World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026) waktu setempat. (KKP)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - World Economic Forum (WEF) menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Ocean Impact Summit (OIS) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 8-9 Juni 2026 di Bali. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan WEF.

Penandatanganan LoI dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama dua Managing Director WEF, Sebastian Buckup dan Maroun Kairouz, di sela rangkaian pertemuan World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026) waktu setempat.

Prosesi penandatanganan yang berlangsung di Congress Center WEF tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam kerja sama ini, KKP berperan sebagai salah satu penyelenggara utama OIS 2026.

"Kesepakatan ini bertujuan memperkuat aksi nyata, kemitraan, serta investasi berkelanjutan, sekaligus menyelaraskan peran berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung agenda ekonomi biru dan kepemimpinan Indonesia di tingkat global," ujar Menteri Trenggono dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Dalam dokumen LoI tersebut, kerja sama KKP dan WEF mencakup empat fokus utama. Pertama, menempatkan laut sebagai prioritas strategis dari sisi ekonomi, lingkungan, dan geopolitik, sekaligus menegaskan perannya sebagai infrastruktur dasar bagi pertumbuhan global, stabilitas iklim, ketahanan pangan, dan kesejahteraan sosial.

Kedua, mendorong dialog serta kolaborasi lintas sektor melalui kerangka pelaksanaan OIS 2026. Ketiga, mengakselerasi aksi, kemitraan, dan investasi berkelanjutan, termasuk melalui identifikasi dan pengembangan inisiatif kolaboratif, platform, serta jalur investasi yang berkelanjutan pasca-OIS 2026.

Keempat, memperkuat keselarasan dan koherensi di antara para pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, lembaga keuangan, pelaku industri, organisasi internasional, inovator, lembaga filantropi, hingga masyarakat sipil, guna mendukung prioritas ekonomi biru Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga turut mempromosikan penyelenggaraan OIS 2026 kepada para peserta WEF di Davos. Presiden mengajak para pemimpin dunia, tokoh ekonomi, serta pemangku kepentingan global untuk hadir dan berpartisipasi dalam forum tersebut.

OIS 2026 dirancang sebagai platform tingkat tinggi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan berorientasi pada hasil, dengan tujuan mendorong terwujudnya ekonomi biru yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Editor: Gokli