Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Tokoh Masyarakat Kepri Soroti Sikap Pimpinan BP Batam Saat Aksi Protes Krisis Air Bersih
Oleh : Aldy Daeng
Jum\'at | 23-01-2026 | 14:48 WIB
ams-li3.jpg Honda-Batam
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, saat adu argumen dengan perwakilan warga dalam aksi demonstrasi yang berlangsung di depan Kantor BP Batam, Kamis (22/1/2026) sore. (Foto: Aldy Daeng)

BATAMTODAY.COM, Batam - Tokoh masyarakat Kepulauan Riau, Sirajudin Nur, menyoroti sikap pimpinan Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam merespons aksi unjuk rasa warga Tanjung Sengkuang dan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, yang memprotes krisis air bersih. Ia menegaskan bahwa seorang pemimpin publik dituntut memiliki kematangan mental serta empati saat menghadapi aspirasi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Sirajudin menyusul insiden adu argumen antara pimpinan BP Batam dan perwakilan warga dalam aksi demonstrasi yang berlangsung di depan Kantor BP Batam, Kamis (22/1/2026) sore.

"Menjadi pemimpin adalah pilihan sadar. Namun ketika tanggung jawab publik sudah diemban, keluhan masyarakat tidak bisa dihindari. Rakyat menilai hasil, bukan dalih," ujar Sirajudin Nur, Jumat (23/1/2026).

Ia menegaskan bahwa persoalan air bersih bukan isu politik, melainkan kebutuhan dasar setiap manusia. Karena itu, menurutnya, aspirasi warga semestinya diterima dengan sikap terbuka dan penuh penghormatan, bukan disikapi dengan kecurigaan atau pernyataan bernada personal.

"Air bukan isu politik. Air adalah kebutuhan paling dasar manusia. Dalam negara yang beradab, suara warga tidak boleh diperlakukan sebagai titipan," tegasnya.

Sirajudin menilai cara pemimpin merespons keluhan publik sering kali lebih menentukan daripada substansi kebijakan yang disampaikan. Ia mengingatkan bahwa krisis air bersih harus ditangani secara serius, namun empati serta bahasa yang digunakan pejabat publik juga mencerminkan martabat negara.

"Semoga peristiwa ini menjadi pengingat bahwa membangun Batam bukan hanya soal infrastruktur dan angka, tetapi juga tentang menghormati manusia yang hidup di dalamnya," ujar Sirajudin, yang diketahui telah menetap di Batam sejak 1979.

Aksi unjuk rasa tersebut diwarnai ketegangan saat Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, turun langsung menemui massa aksi.

Dialog antara pimpinan BP Batam dan pendemo berlangsung panas. Ketegangan meningkat ketika orator aksi, Syamsudin, menyampaikan tiga tuntutan warga, termasuk permintaan agar pimpinan BP Batam mundur apabila dua tuntutan sebelumnya tidak dapat dipenuhi.

Pernyataan itu memicu respons emosional dari Li Claudia Chandra. Ia terlihat memukul atap mobil yang dinaikinya dan menunjuk ke arah orator sembari melontarkan kalimat, "Pak Syamsudin, bapak titipan dari mana?"

Ucapan tersebut disambut sorakan massa. Situasi semakin memanas ketika Amsakar Achmad tampak tersulut emosi dan berupaya turun dari atas mobil. Dengan alat pengeras suara di tangan, ia sempat berkata, "Jangan menyerang personal, Pak Syamsudin," sebelum akhirnya turun menemui pendemo.

Dalam orasinya, warga menegaskan bahwa krisis air bersih di Batam merupakan persoalan lama yang belum juga terselesaikan. "Kami warga Tanjung Sengkuang adalah warga Kota Batam. Kami berhak mendapatkan air bersih," tegas Syamsudin.

Warga menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni mengalirkan air bersih secara normal ke seluruh wilayah Batam, menerapkan sistem pemutusan air secara adil dan bergilir apabila terjadi gangguan, serta meminta pimpinan daerah dan BP Batam mundur jika dinilai gagal memenuhi hak dasar masyarakat.

Menanggapi tuntutan tersebut, Amsakar Achmad menyatakan pihaknya tidak akan menghindari persoalan krisis air bersih. Ia menyebut penanganan air bersih menjadi salah satu dari 15 program prioritas pemerintah. "Kami tidak akan mengelak. Baik persoalan kebun sayur maupun air, kami akan berupaya memenuhi hak warga. Kami meminta waktu karena semua harus melalui mekanisme dan aturan," ujar Amsakar.

Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono terlihat berada dalam satu kendaraan dengan pimpinan BP Batam saat tiba di lokasi.

Editor: Gokli