Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pertamina Patra Niaga Jamin Ketersediaan BBM dan LPG Aman Jelang Imlek dan Idulfitri di Batam
Oleh : Aldy Daeng
Jumat | 23-01-2026 | 09:08 WIB
AR-BTD-9070-Pertamina-Batam1.jpg Honda-Batam
Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Batam, Hanif Pradipta Nur Shalih. (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah Batam dan Provinsi Kepulauan Riau dalam kondisi aman menjelang perayaan Imlek dan Idulfitri. Sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan, termasuk penyesuaian penyaluran sesuai kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Batam, Hanif Pradipta Nur Shalih, mengatakan ketersediaan stok energi saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk sektor nelayan. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di kawasan Nagoya, Batam, Kamis (22/1/2026).

"Secara stok dan distribusi, BBM dan LPG dalam kondisi aman. Menjelang Imlek dan Idulfitri, penyaluran akan kami tambah sesuai dengan kebutuhan di lapangan," ujar Hanif.

Ia menjelaskan, nelayan termasuk kategori konsumen yang berhak mendapatkan BBM subsidi maupun BBM penugasan. Namun, untuk melakukan pembelian, nelayan diwajibkan mengantongi rekomendasi resmi dari instansi terkait.

Menurut Hanif, rekomendasi tersebut dapat diterbitkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) maupun dinas teknis lainnya, seperti dinas pertanian dan perikanan, sesuai dengan peruntukannya. Saat ini, proses rekomendasi telah terintegrasi melalui aplikasi XStar yang dikelola oleh BPH Migas.

Melalui aplikasi tersebut, instansi terkait dapat menerbitkan QR Code yang digunakan nelayan saat melakukan pembelian BBM di SPBU. QR Code tersebut dipindai melalui aplikasi MyPertamina, sehingga penyaluran BBM dinilai lebih transparan dan tepat sasaran.

Hanif juga menjelaskan klasifikasi BBM yang berlaku. Jenis BBM Tertentu (JBT) merupakan BBM yang mendapatkan subsidi dan kompensasi, seperti minyak tanah dan solar. Sementara Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) adalah BBM yang tidak disubsidi namun memperoleh kompensasi, yakni bensin RON 90 atau Pertalite. Adapun Jenis BBM Umum (JBU) merupakan BBM non-subsidi.

Terkait ketentuan nelayan penerima BBM subsidi, Hanif menegaskan bahwa regulasi migas membatasi kapal nelayan dengan ukuran di bawah 30 Gross Ton (GT). Selain itu, nelayan kecil dan pembudi daya ikan juga dapat mengakses BBM subsidi dengan melengkapi persyaratan administrasi yang ditetapkan.

"Ketentuan utamanya adalah kapal di bawah 30 GT. Nelayan juga harus melengkapi dokumen seperti KTP, izin kapal, serta rekomendasi dari instansi terkait," jelasnya.

Untuk alokasi BBM tahun 2025, Provinsi Kepulauan Riau memperoleh kuota Biosolar sebesar 147.601 kiloliter dan Pertalite 339.317 kiloliter. Khusus Kota Batam, kuota Biosolar tercatat sebesar 55.355 kiloliter, sementara Pertalite mencapai 261.057 kiloliter.

Hanif menambahkan, selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), konsumsi LPG di Batam mengalami peningkatan sekitar 6 persen. Sementara itu, konsumsi BBM jenis gasoline dan gasoil relatif stabil, dengan kenaikan di kisaran 2 persen.

Saat ini, terdapat dua SPBU di Batam yang melayani kebutuhan BBM bagi nelayan. Pertamina berharap melalui sistem rekomendasi dan digitalisasi penyaluran ini, distribusi BBM subsidi dapat semakin tepat sasaran serta mendukung keberlanjutan aktivitas nelayan kecil di daerah.

Editor: Gokli