Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Dubes RI Jajaki Kerja Sama Pertanian dan Peternakan di Tiga Provinsi Utara Kamerun
Oleh : Redaksi
Selasa | 20-01-2026 | 11:48 WIB
pertanian-kamerun.jpg Honda-Batam
Dubes RI untuk Kamerun, Agung Cahaya Sumirat, melakukan kunjungan kerja ke tiga provinsi di wilayah utara Kamerun, yakni Adamawa, North, dan Far North, pada 12-17 Januari 2026. (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Duta Besar Republik Indonesia untuk Kamerun, Agung Cahaya Sumirat, melakukan kunjungan kerja ke tiga provinsi di wilayah utara Kamerun, yakni Adamawa, North, dan Far North, pada 12-17 Januari 2026.

Kunjungan tersebut bertujuan memetakan peluang kerja sama konkret antara Indonesia dan Kamerun, khususnya di sektor pertanian dan peternakan, penanganan dampak perubahan iklim, serta penguatan kolaborasi di bidang pendidikan dan sosial budaya.

Dalam rangkaian kunjungan ke ibu kota provinsi Ngaoundere, Garoua, dan Maroua, Dubes RI mengadakan pertemuan dengan para gubernur setempat serta Lamido atau raja tradisional, sekaligus menggelar forum bisnis bersama pelaku usaha lokal. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk bertukar pandangan, menggali potensi kemitraan, serta memahami tantangan yang dihadapi dunia usaha, terutama pada sektor pertanian, peternakan, perdagangan, dan pengolahan hasil pertanian.

Wilayah utara Kamerun dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional dengan komoditas unggulan berupa beras, sorgum, dan kapas, serta menjadi basis peternakan sapi berskala besar. Dalam konteks ini, Dubes RI menekankan besarnya peluang kerja sama dengan Indonesia yang memiliki keunggulan dalam penyediaan input pertanian, teknologi pengolahan hasil pertanian, serta pengembangan industri peternakan.

"Kebutuhan Kamerun di sektor pertanian dan peternakan sangat sejalan dengan kapasitas dan pengalaman Indonesia, baik di sektor hulu maupun hilir. Hal ini membuka ruang kemitraan yang konkret dan saling menguntungkan bagi kedua negara," ujar Duta Besar RI untuk Kamerun, Agung Cahaya Sumirat.

Selama kunjungan, Dubes RI juga meninjau sejumlah fasilitas produksi strategis dan sentra pertanian serta peternakan, antara lain Koperasi Bamti, Ranch Baledjam, dan Walde Kossam di Ngaoundere yang mengembangkan rantai nilai susu lokal. Di Garoua, Dubes RI mengunjungi APESS, sebuah organisasi peternak yang aktif dalam pendidikan vokasi dan pengolahan hasil ternak. Dalam pertemuan tersebut, APESS menyampaikan kebutuhan dukungan dari mitra internasional, termasuk Indonesia, untuk peningkatan kapasitas petani dan peternak, alih teknologi pengelolaan air, serta peningkatan produktivitas peternakan.

Selain fokus pada kerja sama ekonomi, Dubes RI juga mempromosikan peluang pendidikan melalui program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) kepada pemerintah daerah, kalangan akademisi, dan masyarakat setempat. Ia turut mendorong partisipasi Kamerun dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 sebagai sarana memperluas kerja sama perdagangan dengan Indonesia.

Pada aspek sosial budaya, pertemuan dengan para Lamido membahas peluang kolaborasi di bidang ekonomi, pendidikan Islam, serta penguatan dialog lintas budaya. Kerja sama tersebut dinilai memiliki potensi besar mengingat karakter masyarakat utara Kamerun yang majemuk dan sejalan dengan nilai Bhinneka Tunggal Ika, serta peran sentral otoritas tradisional dalam kehidupan sosial setempat.

Rangkaian kunjungan kerja ditutup dengan pertemuan bersama Lamido Meskine yang membahas peluang kerja sama pengembangan madrasah, sektor pertanian, dan perikanan. Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar RI secara resmi diangkat sebagai Fadah atau Penasihat oleh Lamido Meskine sebagai bentuk penghormatan atas komitmen Indonesia dalam membangun hubungan yang erat dan berkelanjutan dengan masyarakat lokal.

Pada akhir kunjungan, Dubes RI meninjau sentra perikanan darat Meskine serta mengunjungi sekolah Islam atau madrasah setempat. Kehadiran Dubes RI disambut antusias oleh ratusan siswa. Dalam suasana hangat, Dubes RI berinteraksi langsung dengan para siswa dan mengajak mereka menyanyikan lagu anak-anak Indonesia "Di Sini Senang, Di Sana Senang" sebagai simbol persahabatan dan kebersamaan.

Kunjungan kerja tersebut menegaskan pendekatan diplomasi Indonesia yang mengedepankan kemitraan konkret dan kehadiran langsung di lapangan, dengan mengintegrasikan kerja sama ekonomi, pendidikan, serta sosial budaya, sekaligus memperkuat fondasi hubungan bilateral Indonesia dan Kamerun, khususnya di kawasan utara yang memiliki peran strategis bagi ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.

Editor: Gokli