Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pelindo Catat Arus Peti Kemas Tembus 13,34 Juta TEUs di 2025
Oleh : Redaksi
Rabu | 14-01-2026 | 19:28 WIB
Peti-Kemas-Pelindo1.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Jakarta - PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat arus peti kemas sepanjang Januari sampai Desember 2025 sebanyak 13,34 juta TEUs terdiri dari peti kemas dalam negeri atau domestik sebanyak 8,94 juta TEUs dan peti kemas luar negeri atau internasional sebanyak 4,4 juta TEUs.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra mengatakan arus peti kemas 2025 tumbuh sebesar 6,87 persen jika dibandingkan pada 2024 sebanyak 12,48 juta TEUs.

"Pertumbuhan tersebut didorong oleh sejumlah faktor, salah satunya adalah permintaan atau pengiriman barang menggunakan peti kemas yang semakin meningkat," katanya di Surabaya, Rabu (14/1/2026).

Ia menuturkan kunjungan kapal di beberapa terminal berbanding lurus dengan peningkatan komoditas di masing-masing daerah atau dengan kata lain permintaan atau distribusi barang juga meningkat.

Widyaswendra mencontohkan, peningkatan arus peti kemas di TPK Jambi yang dipicu oleh peningkatan permintaan komoditas semen seiring dengan pembangunan properti di wilayah tersebut.

TPK Ternate mencatat pertumbuhan karena adanya pengiriman barang keperluan tambang di Halmahera.

Hal serupa juga terjadi di TPK Merauke yang meningkat seiring dengan pelaksanaan program strategis nasional di Provinsi Papua Selatan.

Perseroan turut mencatat adanya kenaikan jumlah arus peti kemas internasional sebesar 10,28 persen dari 3,99 Juta TEUs pada 2024 menjadi 4,40 juta TEUs pada 2025.

Peningkatan arus peti kemas internasional salah satunya terjadi di Terminal Teluk Lamong dengan pertumbuhan sekitar 25 persen dari tahun sebelumnya.

Pertumbuhan di Terminal Teluk Lamong salah satunya dikarenakan adanya penambahan 5 service baru yang melalui terminal tersebut.

"Arus peti kemas internasional ini juga meningkat karena adanya peningkatan pengiriman barang ke Korea, Amerika Serikat, Jepang dan China yang melalui TPK Semarang," kata Widyaswendra.

Sumber: ANTARA
Editor: Yudha