Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Kemdiktisaintek Siap Perkuat Akses Pendidikan Inklusif
Oleh : Redaksi
Selasa | 13-01-2026 | 13:08 WIB
sekolah-rakyat.jpg Honda-Batam
Presiden Prabowo Subianto, saat meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia, Senin (12/1/2025). (Kemristekdikti)

BATAMTODAY.COM, Banjarmasin - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Peresmian tersebut turut dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, Senin (12/1/2025).

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam pembangunan nasional, khususnya di sektor pendidikan. Ia menilai pendekatan pembangunan konvensional yang hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi perlu disempurnakan dengan pemerataan manfaat bagi masyarakat.

"Cara berpikir tentang bernegara, cara berpikir tentang pembangunan yang konvensional, yang normatif adalah membangun pertumbuhan," tegas Presiden Prabowo.

Presiden menegaskan pembangunan tidak boleh berhenti pada capaian angka pertumbuhan semata, tetapi harus memastikan manfaatnya dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat. Kehadiran Sekolah Rakyat dinilai menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional.

Sejalan dengan arahan tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem pendidikan nasional yang inklusif dan berdampak nyata. Menteri Brian Yuliarto menyatakan Sekolah Rakyat merupakan langkah konkret untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat di berbagai daerah.

Selain itu, melalui perjanjian adendum antara Kemdiktisaintek dan Kementerian Sosial, pemerintah akan melibatkan perguruan tinggi dalam pembinaan Sekolah Rakyat. Setiap kampus direncanakan membina satu hingga dua Sekolah Rakyat melalui pendampingan berkala.

"Kampus akan hadir untuk memberikan pembinaan, motivasi, pengayaan pembelajaran, hingga membantu siswa memahami pilihan program studi sesuai minat dan bakat mereka," ujar Brian Yuliarto.

Menurutnya, pendampingan tersebut bertujuan memastikan siswa Sekolah Rakyat tidak salah memilih jurusan ketika melanjutkan pendidikan tinggi serta mampu menyelesaikan studi secara utuh. Kemdiktisaintek juga membuka jalur afirmasi bagi lulusan Sekolah Rakyat, termasuk melalui beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan akses informasi akademik perguruan tinggi.

Presiden Prabowo dalam kesempatan itu juga menyampaikan target pengembangan Sekolah Rakyat hingga mencapai 500 sekolah, dengan sasaran sekitar 1.000 murid di setiap sekolah. Ia mengakui pencapaian target tersebut membutuhkan kerja keras serta kolaborasi berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan.

Presiden menegaskan komitmen pemerintah bersama seluruh jajaran kabinet, termasuk Kemdiktisaintek, untuk menghadirkan pendidikan yang merata dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Editor: Gokli