Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Harga Gas Industri Melonjak, Daya Saing Industri Batam Terancam
Oleh : Aldy
Senin | 12-01-2026 | 15:28 WIB
gas-industri.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Batam - Posisi Batam sebagai kawasan industri strategis nasional kembali menghadapi ujian berat. Kenaikan harga gas industri akibat memburuknya pasokan energi sejak 2024 kini menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan sektor manufaktur.

Jika kondisi ini terus berlarut tanpa solusi konkret, Batam berisiko kehilangan daya tarik di mata investor yang mulai melirik negara tetangga dengan biaya energi lebih kompetitif.

Tekanan di sektor energi semakin terasa setelah pasokan gas bumi dari Sumatra terus mengalami penurunan. Situasi tersebut memaksa PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mengandalkan pasokan Liquefied Natural Gas (LNG) impor dengan harga yang jauh lebih tinggi. Dampaknya, tarif gas industri di Batam melonjak hingga berada di kisaran US$ 13-16,5 per MMBTU.

Lonjakan harga gas ini berdampak langsung pada meningkatnya biaya produksi, terutama bagi industri manufaktur yang menjadikan gas sebagai sumber energi utama. Padahal, kawasan industri Batam selama ini berperan penting sebagai penopang perekonomian Kepulauan Riau, baik dari sisi penyerapan tenaga kerja maupun kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Kondisi tersebut juga menyingkap kerentanan sistem energi Batam secara keseluruhan, tidak hanya untuk kebutuhan industri, tetapi juga pembangkit listrik dan konsumsi rumah tangga. Ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar daerah membuat Batam rentan terhadap fluktuasi harga dan ketidakpastian pasokan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, menyebut kenaikan harga gas industri dalam beberapa bulan terakhir telah menekan struktur biaya perusahaan secara signifikan. "Kenaikan harga gas berdampak langsung pada meningkatnya biaya produksi. Selain itu, perusahaan di Batam juga harus menanggung kenaikan tarif listrik PLN Batam yang dipicu oleh tingginya biaya gas untuk pembangkit," ujar Rafki, Senin (12/1/2026).

Menurutnya, tekanan biaya energi tersebut berpengaruh besar terhadap arus kas perusahaan dan kemampuan menjaga efisiensi operasional. Apabila situasi ini tidak segera diatasi, daya saing industri Batam dinilai akan terus melemah.

"Dalam jangka panjang, daya saing Batam bisa menurun. Investor akan menilai Batam tidak lagi kompetitif dibanding negara tetangga yang menawarkan harga gas dan listrik jauh lebih murah," tegasnya.

Rafki menilai kondisi ini mulai memengaruhi persepsi pelaku industri terhadap posisi Batam di tingkat regional. Sejumlah negara di Asia Tenggara dinilai semakin menarik bagi ekspansi manufaktur karena menawarkan biaya energi yang lebih rendah dan stabil.

Untuk meredam tekanan tersebut, Apindo mendorong pemerintah segera membuka sumber pasokan gas baru, salah satunya dengan mengaktifkan kembali rencana pembangunan jalur gas Natuna-Batam yang telah lama diwacanakan. "Jalur gas dari Natuna ke Batam harus segera direalisasikan," katanya.

Selain itu, ia juga meminta pemerintah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan gas untuk industri dalam negeri dibandingkan ekspor. Menurutnya, kelangkaan gas domestik akan menimbulkan dampak sistemik, tidak hanya bagi industri, tetapi juga bagi perekonomian dan masyarakat luas.

"Dalam skenario terburuk, investor bisa memutuskan hengkang jika Batam dinilai tidak lagi kompetitif secara operasional," ujarnya.

Meski pemerintah tengah mendorong pengembangan jaringan gas rumah tangga (jargas) dan menjajaki pasokan gas dari Natuna sebagai solusi jangka panjang, langkah tersebut dinilai belum cukup cepat untuk meredam lonjakan biaya energi yang saat ini membayangi sektor industri Batam. Tekanan di sektor energi ini dikhawatirkan dapat menghambat ekspansi manufaktur, menekan margin keuntungan, dan pada akhirnya menggeser minat investor ke negara lain yang menawarkan harga energi lebih kompetitif.

Editor: Gokli


A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php54/root/usr/lib64/php/modules/xsl.so' - /lib64/libxslt.so.1: symbol xmlGenericErrorContext, version LIBXML2_2.4.30 not defined in file libxml2.so.2 with link time reference

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: