Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Peresmian Vihara Ekadharma Dijaga Ketat Polisi
Oleh : chr/dd
Senin | 10-12-2012 | 09:57 WIB

TANJUNGPINANG, batamtoday - Peresmian Vihara Ekadharma mendapat pengawalan ketat dari kepolisian Tanjungpinang setelah mendapat ancaman akan didemo oleh Front Pembela Islam (FPI) Kepulauan Riau, Minggu (9/12/2012) sore kemarin.

Puluhan anggota polisi dikerahkan dan tampak berjaga di area vihara, sementara para anggota FPI di bawah komando Hajarullah Azwad berjejer di sebuah masjid di Jalan Cempedak.

Persemian Vihara Eka Dharma Tanjungpinang ini, dihadiri staf ahli Bidang Politik dan Keamanan Kementerian Agama sekaligus sebagai Ketua Pembina Yaysan Eka Dharma Pusat, Budi Setiawan, ketua Walubi Kepri Hengki Suryawan, Kepala Kantor Kemenag, Kapolres dan FKUB Kota Tanjungpinang.

Ketua Panitia Alex Fang, mengatakan, dalam menunjang peribadatan umat Budha di Tanjungpinang diperlukan sebuah sarana peribadatan berupa vihara. Vihara Eka Dharma sendiri, menurutnya, sudah dilengkapi dengan izin dam restu dari masyarakat sekitar, surat izin dari FKUB, Kesbangpolinmas serta Izin Mendirikan Bangunan dari Wali Kota Tanjungpinang tahun 2011.

"Peletakan batu pertama pembangunan vihara ini diselenggarakan pada 16 Juni 2011 lalu dan dengan bantuan pendanaan dari sejumlah donatur, pelaksanaan pembangunan Vihara Eka Dharma Tanjungpinang ini dapat dilaksanakan dan rampung dalam dua tahun," sebutnya.

Adapun tipe bangunan dari Vihara Eka Dharma terdiri dari lantai dasar merupakan parkir, lantai dua tempat peribadatan pemujaan dan lantai tiga yang merupakan aula, sedangkan lantai empat merupakan sekretariat dan ruang keseniaan.

"Kami mengucapkan terimakasih banyak kepada warga sekitar yang memberikan dukungan dalam pelaksanaan pembangunan vihara ini, serta donatur yang memberikan dana untuk pembangunan Vihara Eka Dharma," sebut Alex Fang.

Sementara itu, Ketua Walubi Provinsi Kepri Hengki Suryawan mengatakan, pelaksanaan pembangunan Vihara Eka Dharma Tanjungpinang merupa majelis yang ketujuh agama Budha di Kota Tanjungpinang. Eka Dharma Tanjungpinang beda dengan kota lain, yang seluruhnya bergabung di dalam wadah Walubi.

"Selama 25 tahun mengurus agama Budha di Provinsi Kepri, tidak pernah ada gesekan dengan agama lain, tidak pernah bersinggungan, dan dengan pembinaan yang sudah bagus dari pemerintah selama ini. Hendaknya dimasa yang akan datang dapat lebih ditingkatkan, sebagaimana tujuan negara," kata Hengki.

Sementara itu, Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang yang saat itu diwakili Imam Subekti mengatakan, kalau pelaksanaan pembangunan rumah ibadah Eka Dharma sudah sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku, dan pendirian sebuah rumah ibadah sangat sakral bagi umatnya masing-masing.

"Peningkatan kualitas umat beragama, tidak akan pernah terealisasi kalau warga sekitar rumah ibadah tidak akur dan memberikan dukungan. Sesama agama hendaknya terjadi internal yang sangat harmonis, khususnya pada enam agama yang diakui di Indonesia," ujarnya.

Kerukunan umat beragama, wajib dilindungi harus dipupuk satu sama lain, termasuk sesama satu agama, agama yang satu dengan pemerintah, serta pemeluk agama yang satu dengan agama lain.

"Dengan peresmian, rumah ibadah Vihara Eka Dharma ini, di Tanjungpinang akan menambah aset rumah ibadah umat beragama di dan untuk meningkatkan kerukunan umat beragama, agar setiap orang dapat meredam semua konflik yang terjadi," kata Imam.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang Suryatati A Manan mengatakan, sesuai dengan kondisi dan situasi Tanjungpinang yang majemuk, hendaknya dapat dapat menjadi modal bagi daerah dan bangsa dalam melengkapi dan meningkatkan pembangunan yang dilandasi dengan rasa kebersamaan.

"Dengan diresmikanya vihara ini, yang telah memiliki izin dan sesuai dengan dengan ketentuaan dan prosedur yang berlaku, hendaknya menjadi modal bagi kita dalam meningkatkan toleransi kerukunan umat beragama," pungkasnya.