Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Persiapkan Tenaga Kerja Handal, SMK dan Dunia Usaha Jalin Kerja Sama
Oleh : chr/dd
Sabtu | 08-12-2012 | 19:06 WIB
sosialisasi-pendidikan.gif Honda-Batam
Wakil Wali Kota Tanjungpinang saat memberikan sambutan dalam acara sosialisasi mutu pendidikan.

TANJUNGPINANG,batamtoday - Agar dapat bekerja sama dan dapat menampung tamatan SMK, Dewan Pendidikan Kota Tanjungpinang melaksanakan Sosialisasi Peningkatan Mutu Pendidikan SMK Melalui Kerjasama Dunia Usaha dan Dunia Industri yang berlangsung di Hotel Comfort Tanjungpinang, Sabtu (8/12/2012).

Ketua Dewan Pendidikan Kota Tanjungpinang, Zamzami A. Karim mengatakan tujuan pelaksanaan kegiatan adalah untuk menghubungkan SMK dengan para pelaku dunia usaha dan industri di Kota Tanjungpinang untuk dapat menjalin kerjasama yang saling menguntungkan.
 
"Sebagaimana kita ketahui, dunia usaha tentunya tak lepas pula dari kebutuhan akan tenaga kerja, Para pelaku usaha menginginkan tenaga kerja yang professional, sedangkan masyarakat menginginkan lapangan pekerjaan," kata Zamzami.

Praktek-praktek kerja yang dilakukan di SMK atau sekolah kejuruan pada saat magang, tambah Zamzami tentunya, harus dapat dipraktekkan pula di dunia usaha yang sesungguhnya pada saat pelajar sudah menamatkan sekolahnya. Hal inilah yang ingin diwujudkan melalui sosialisasi ini.

Selain itu, tenaga kerja profesional yang ada di Indonesia tentunya juga harus mendapat perhatian dari pemerintah. Karena di luar negeri, tenaga kerja profesional diberi gaji dan tunjangan yang jauh lebih besar daripada di tanah air.

"Oleh karena itu, program pendidikan kejuruan berorientasi pada kebutuhan nyata pasar kerja," sebutnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Edward Mushalli mengatakan untuk dapat menciptakan dan mengembangkan mutu pendidikan guna menghasilkan tenaga kerja profesional maka kita harus berani mengadopsi kurikulum yang berwawasan internasional.

“Hal itu penting agar tenaga kerja kita tidak kalah bersaing dengan tenaga kerja luar negeri, selain itu, kurikulum dengan muatan lokal juga harus tetap dijalankan untuk saling mengimbangi," ujar Edward.

Para pelaku dunia usaha, kata Edward, harus memberikan peluang kepada anak didik kita dalam praktek kerjanya. Sementara itu, saat magang, tetap harus dikontrol, diatur dan diarahkan sehingga tercipta tenaga kerja profesional yang siap pakai.

“Saya sangat yakin sekali generasi muda kita ini memiliki kemampuan yang luar biasa. Namun kemampuan itu haruslah diarahkan kepada hal-hal yang positif agar generasi muda kita tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif," pungkasnya.