Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Nagoya Heritage dan New Nagoya Batam Disiapkan Jadi Destinasi Walkable City Berbasis UMKM
Oleh : Aldy Daeng
Sabtu | 03-01-2026 | 09:48 WIB
AR-BTD-9038-Mouris-Limanto.jpg Honda-Batam
Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto. (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)

BATAMTODAY.COM, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai melakukan penataan kawasan Nagoya Heritage dan New Nagoya sebagai bagian dari pengembangan Wilayah Pengembangan Pariwisata (WPP).

Kawasan tersebut dirancang menjadi destinasi wisata baru berkonsep walkable city yang ramah bagi pejalan kaki sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, mengatakan pada tahap awal pengembangan, pihaknya akan memprioritaskan strategi crowd gather atau menarik keramaian terlebih dahulu sebelum melakukan pembenahan fisik kawasan secara bertahap.

"Pada fase awal, kami fokus menghidupkan kawasan agar ramai dikunjungi. Setelah aktivitas ekonomi dan wisata terbentuk, pembenahan fisik akan dilakukan secara berkelanjutan," ujar Mouris saat peninjauan bersama pemangku kepentingan dan instansi terkait di kawasan Harbourbay, Jumat (2/1/2026) sore.

Dalam rangka mendukung pengembangan UMKM, BP Batam juga menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai mitra strategis. Salah satu konsep yang ditawarkan adalah pembentukan "Kampung BRI" di kawasan pedagang kaki lima (PKL) sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

"Kami menawarkan kepada BRI kemungkinan membentuk Kampung BRI, mulai dari penataan kios, penyediaan pembiayaan murah bagi UMKM, hingga pengelolaan kawasan seperti kebersihan, keamanan, dan fasilitas umum," jelas Mouris.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut saat ini masih dalam tahap diskusi dan perumusan konsep. Meski demikian, BRI disebut telah memberikan respons positif dan melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk melihat potensi kawasan yang akan dikembangkan.

Mouris menyebutkan, momentum besar seperti perayaan Imlek dan Idulfitri akan dimanfaatkan untuk menggerakkan aktivitas ekonomi dan pariwisata di sepanjang kawasan Nagoya Heritage. "Kita ramaikan dulu kawasannya. Budaya baru dibangun, orang datang untuk kuliner, berbelanja, dan menikmati suasana. Setelah kawasan hidup, pembenahan fisik akan dilakukan secara bertahap," katanya.

Menurut Mouris, ketika arus kunjungan mulai terbentuk, roda perekonomian diyakini akan bergerak secara alami. Para pelaku usaha di kawasan tersebut diharapkan terdorong untuk berinovasi dan mempercantik usahanya seiring meningkatnya jumlah pengunjung.

Terkait keberadaan PKL yang telah lama beraktivitas di kawasan tersebut, Mouris menegaskan BP Batam tidak melakukan penertiban, melainkan penataan secara humanis. Koordinasi juga telah dilakukan bersama Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) untuk pendataan dan pengelolaan kawasan.

"Bukan ditertibkan, tetapi ditata. Termasuk kawasan Tanjung Pantun, semuanya akan ditata, termasuk penerapan sistem pembayaran digital yang saat ini masih banyak dilakukan secara manual," tegasnya.

Selain menghidupkan aktivitas ekonomi, BP Batam juga mulai melakukan survei lapangan bersama para pemangku kepentingan untuk memetakan berbagai persoalan teknis, mulai dari kualitas jalur pedestrian, sistem drainase, fasilitas penyeberangan, hingga aspek kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki.

"Survei ini bertujuan menangkap langsung persoalan di lapangan. Seluruhnya akan kami kerjakan bersama sesuai dengan peran masing-masing pihak," pungkas Mouris.

Editor: Gokli