Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BI Kepri Pacu UMKM dan Digitalisasi Pembayaran Lewat Event Strategis 2025
Oleh : Aldy Daeng
Jum\'at | 02-01-2026 | 12:48 WIB
AR-BTD-9032-BI-Kepri.jpg Honda-Batam
Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto. (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)

BATAMTODAY.COM, Batam - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus mengakselerasi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta digitalisasi sistem pembayaran melalui rangkaian Event Strategis 2025. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BI dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto, menegaskan bahwa berbagai event strategis tersebut tidak dirancang sekadar sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi penggerak utama pertumbuhan UMKM dan ekosistem ekonomi digital di Kepulauan Riau.

"Event strategis ini kami posisikan sebagai katalis. UMKM tidak hanya tampil, tetapi didorong untuk naik kelas, masuk ke pasar yang lebih luas, serta terhubung langsung dengan pembiayaan dan ekspor," ujar Rony, dalam keteranan pers, Jumat (2/1/2026).

Salah satu agenda unggulan BI Kepri adalah Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2025, yang menjadi Regional High-Level Event sekaligus puncak perayaan pengembangan UMKM. Kegiatan ini menghadirkan pameran UMKM, business matching, peragaan busana, hingga kompetisi seni budaya dan olahraga.

Dari pelaksanaan GMP 2025, BI Kepri mencatat sejumlah capaian signifikan, di antaranya komitmen Letter of Intent (LoI) ekspor senilai Rp 1,4 miliar dari 24 UMKM, total penjualan UMKM mencapai Rp 12,85 miliar, serta kesepakatan pembiayaan UMKM sebesar Rp 3,25 miliar.

"Capaian ini menunjukkan UMKM Kepri memiliki daya saing yang kuat. Tugas kami adalah memastikan akses pasar dan pembiayaan tersebut benar-benar terealisasi," kata Rony.

Selain itu, penguatan ekonomi syariah juga menjadi fokus melalui Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) 2025, yang merupakan National Halal Fair hasil sinergi BI Kepri, pemerintah daerah, dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Kepri. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Road to FESyar Sumatra 2025.

KURMA 2025 digelar di Tanjungpinang dan Batam dengan agenda UMKM Expo, literasi keuangan syariah, layanan ZISWAF, business matching, serta peluncuran program QRIS 1.000 Masjid. Dari kegiatan ini, penjualan UMKM tercatat melebihi Rp 2,7 miliar, dengan realisasi pembiayaan mencapai Rp 2,19 miliar.

"Ekonomi syariah bukan lagi alternatif, melainkan arus utama. Kepulauan Riau memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi halal," ungkap Rony.

Dalam mendorong digitalisasi transaksi, BI Kepri juga menggelar Creative and Innovative Riau Island Carnival (CERNIVAL) 2025. Event ini difokuskan pada peningkatan literasi digital, perlindungan konsumen, serta perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di masyarakat.

CERNIVAL 2025 berhasil menarik lebih dari 4.700 pengunjung, mencatat 140.026 transaksi QRIS, dengan nilai transaksi UMKM mencapai Rp253,6 juta hanya dalam tiga hari pelaksanaan. Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Digitalisasi harus memberi manfaat nyata. QRIS bukan sekadar alat pembayaran, tetapi pintu masuk menuju inklusi keuangan," jelas Rony.

Sementara itu, pendekatan wilayah kepulauan diwujudkan melalui Festival Digital Kepri (BERLAYAR) yang digelar di Pulau Belakang Padang, wilayah terluar yang berbatasan langsung dengan Singapura. Festival ini memadukan digitalisasi dengan pendekatan budaya dan partisipasi masyarakat.

Selama dua hari pelaksanaan, BERLAYAR mencatat 49.076 transaksi QRIS dengan partisipasi sekitar 1.200 peserta dalam berbagai kegiatan bazar UMKM dan festival rakyat. "Kami ingin memastikan transformasi digital tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga menjangkau pulau-pulau terluar," kata Rony.

Ke depan, BI Kepri berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha agar UMKM di Kepulauan Riau semakin tangguh dan adaptif terhadap dinamika ekonomi. "UMKM yang kuat dan transaksi digital yang meluas akan mendorong pergerakan ekonomi daerah menjadi lebih cepat dan merata," pungkas Rony.

Editor: Gokli