Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Penumpang Angkutan Umum Nataru 2025-2026 Tembus 10,1 Juta, Kemenhub Tekankan Keselamatan
Oleh : Redaksi
Sabtu | 27-12-2025 | 14:08 WIB
penumpang-pelni.jpg Honda-Batam
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Memasuki sembilan hari pelaksanaan masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026), jumlah pengguna angkutan umum nasional tercatat mencapai 10.117.847 orang. Angka tersebut meningkat 4,85 persen dibandingkan periode Nataru 2024/2025 yang berada di level 9.649.440 penumpang.

Data tersebut dihimpun sejak Posko Pusat Angkutan Nataru 2025/2026 resmi dibuka oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pada 18 Desember 2025 (H-7) hingga 26 Desember 2025 (H+1 Hari Natal).

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Ernita Titis Dewi, menyatakan bahwa tingginya mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun harus diimbangi dengan penguatan aspek keselamatan transportasi. "Sekitar sepuluh juta masyarakat telah melakukan perjalanan menggunakan angkutan umum selama periode Nataru 2025/2026. Namun demikian, keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Kami terus menekankan kepada seluruh operator untuk meningkatkan pengawasan operasional," ujar Titis di Jakarta, Sabtu (27/12/2025).

Ia juga mengimbau masyarakat agar mematuhi ketentuan perjalanan, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta menyesuaikan rencana perjalanan dengan kondisi cuaca.

Berdasarkan data akumulatif Posko Pusat, jumlah penumpang angkutan umum selama periode H-7 hingga H+1 Natal terdiri atas penumpang kereta api sebanyak 3.526.380 orang, angkutan penyeberangan 1.731.248 orang, angkutan laut 880.304 orang, angkutan udara 2.460.518 orang, serta angkutan darat menggunakan bus di Terminal Tipe A dan B sebanyak 1.519.397 orang.

Selain pergerakan penumpang, Kementerian Perhubungan juga memantau mobilitas kendaraan. Dari Gerbang Tol Jakarta, tercatat 1.582.977 kendaraan keluar dan 1.488.424 kendaraan masuk selama periode H-7 hingga H+1 Natal. Sementara itu, jumlah kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Jabodetabek mencapai 4.053.761 unit, sedangkan di Gerbang Tol non-Jabodetabek tercatat sebanyak 3.370.029 kendaraan.

"Untuk mengantisipasi antrean akibat kepadatan lalu lintas di jalan tol, telah diterbitkan Surat Keputusan Bersama terkait manajemen lalu lintas. Pengaturan tersebut diterapkan secara situasional berdasarkan diskresi Korlantas Polri," jelas Titis.

Pada ruas jalan arteri Jabodetabek, jumlah kendaraan keluar tercatat sebanyak 4.768.603 unit dan kendaraan masuk 4.292.160 unit. Adapun pada ruas arteri non-Jabodetabek, volume kendaraan yang melintas mencapai 4.770.273 unit.

Seiring potensi peningkatan curah hujan dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, Kementerian Perhubungan mengajak masyarakat untuk secara aktif memantau informasi cuaca dan kondisi lalu lintas. Koordinasi lintas sektor dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, BMKG, Basarnas, serta pemangku kepentingan lainnya terus dilakukan guna mengantisipasi gangguan transportasi.

"Bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan dan berlibur, kami mengimbau agar selalu berhati-hati, memperbarui informasi cuaca dan kepadatan lalu lintas melalui kanal resmi maupun nomor darurat yang tersedia, serta mematuhi arahan petugas di lapangan," kata Titis.

Sebagai informasi, Posko Pusat Angkutan Nataru 2025/2026 beroperasi selama 24 jam mulai 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi nasional dalam memantau dinamika transportasi dan merespons potensi gangguan secara cepat demi memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, selamat, dan lancar.

Editor: Gokli