Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Perkuat Diplomasi Ekonomi, Pemerintah Dorong Akses Pasar Global dan Kerja Sama Perdagangan Strategis
Oleh : Redaksi
Sabtu | 27-12-2025 | 13:08 WIB
airlangga6.jpg Honda-Batam
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah terus memperkuat posisi perdagangan internasional Indonesia di tengah dinamika global melalui diplomasi ekonomi yang aktif dan terukur. Langkah ini ditempuh untuk melindungi kepentingan nasional, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di kancah global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa hubungan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat menunjukkan perkembangan positif. Hal tersebut disampaikan Airlangga dalam dialog bersama media di Jakarta, Jumat (26/12/2025).

"Terkait pembahasan dengan Amerika Serikat, seluruh sektor dibahas, termasuk akses terhadap critical mineral. Untuk critical mineral, sudah ada komunikasi dengan badan ekspor di Amerika dan juga perusahaan Amerika yang telah menjalin pembicaraan dengan perusahaan critical mineral di Indonesia. Jadi, akses terhadap critical mineral ini memang difasilitasi oleh Pemerintah," ujar Airlangga.

Pemerintah Indonesia dan United States Trade Representative (USTR) sebelumnya telah menyepakati seluruh substansi utama dan teknis dokumen Agreements on Reciprocal Trade (ART) dalam pertemuan di Washington D.C. Kesepakatan tersebut disusun berdasarkan prinsip keseimbangan kepentingan kedua negara.

Melalui ART, Amerika Serikat memberikan pengecualian tarif terhadap sejumlah komoditas unggulan Indonesia, seperti minyak sawit mentah (CPO), kopi, teh, kakao, serta berbagai produk manufaktur padat karya. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga daya saing produk Indonesia sekaligus memberikan kepastian usaha bagi pelaku industri nasional.

Selain isu tarif, kerja sama Indonesia-AS juga mencakup pembahasan lintas sektor, termasuk penguatan akses terhadap critical minerals. Airlangga menegaskan bahwa kolaborasi di sektor tersebut telah berlangsung sejak lama, ditandai dengan kehadiran perusahaan Amerika di industri pertambangan Indonesia, seperti investasi Freeport sejak 1967 dan keterlibatan sejumlah perusahaan multinasional lainnya.

Saat ini, dokumen ART telah memasuki tahap legal scrubbing dan finalisasi. Pemerintah menargetkan penandatanganan perjanjian tersebut oleh Presiden Republik Indonesia dan Presiden Amerika Serikat dapat dilakukan sebelum akhir Januari 2026.

Di luar pasar tradisional, Pemerintah juga mendorong diversifikasi ekspor melalui penguatan kerja sama dagang dengan mitra non-tradisional. Salah satu langkah strategis yang telah dilakukan adalah penandatanganan Free Trade Agreement (FTA) antara Indonesia dan Eurasian Economic Union (I-EAEU) pada 21 Desember 2025.

Perjanjian tersebut membuka akses pasar ke kawasan Eurasia yang meliputi Rusia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Belarus, dan Armenia, dengan total populasi hampir 180 juta jiwa serta Produk Domestik Bruto mencapai USD 2,56 triliun. Lebih dari 95 persen nilai perdagangan dalam FTA tersebut memperoleh preferensi tarif, dengan rata-rata bea masuk mendekati nol persen.

Melalui kerja sama I-EAEU FTA, Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor berbagai produk unggulan, seperti CPO dan turunannya, alas kaki, kopi, kakao, tekstil, produk perikanan, hingga jasa berbasis digital dan ekonomi kreatif. Perjanjian ini juga diproyeksikan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 2,36 persen serta memperkuat daya saing produk bernilai tambah.

Untuk mempercepat pemanfaatan perjanjian dagang, Pemerintah mendorong pembentukan business council dan penyelenggaraan business forum dengan negara mitra, termasuk kawasan Eurasia dan Uni Eropa. Langkah ini bertujuan memfasilitasi komunikasi langsung antarpelaku usaha serta mempercepat implementasi kerja sama perdagangan tanpa harus menunggu proses ratifikasi selesai.

Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan antara penguatan ekonomi domestik dan pembukaan akses pasar global. Dengan memperluas jaringan perjanjian dagang internasional, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan kinerja ekspor, memperluas peluang usaha termasuk bagi UMKM, serta menjaga ketahanan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

"Pemerintah menjaga daya beli di dalam negeri, membuka pasar luar, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Dengan terbukanya pasar baru, termasuk melalui I-EAEU, para pelaku usaha Indonesia, termasuk UMKM, memiliki peluang besar untuk mengakses pasar global dengan bea masuk rata-rata sudah nol," tutup Airlangga.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Agama, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo Simbolon, Staf Ahli Kemenko Perekonomian Bidang Pembangunan Daerah Haryo Limanseto, Ketua Umum HIPPINDO Budiharjo Iduansjah, serta Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja.

Editor: Gokli