Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Dongkrak Ekonomi Saat Libur Sekolah, Pemerintah Padukan WFA dan WFM dengan Program Belanja Nasional
Oleh : Redaksi
Sabtu | 27-12-2025 | 12:28 WIB
WFM.jpg Honda-Batam
Menko Airlangga Hartarto, saat meninjau kesiapan implementasi Work From Mall untuk mendukung program BINA dan Indonesia Great Sale di Mal Pondok Indah, Jakarta, Jumat (26/12/2025). (Foto: Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah terus memperkuat langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global melalui peningkatan konsumsi domestik, penguatan sektor pariwisata, serta pengembangan ekonomi digital.

Salah satu kebijakan yang didorong adalah sinergi antara skema Work From Anywhere (WFA), termasuk konsep Work From Mall (WFM), dengan berbagai program belanja nasional guna menciptakan pergerakan ekonomi keluarga yang selaras dengan masa libur sekolah.

Kebijakan tersebut diarahkan agar aktivitas ekonomi tetap bergerak pada penghujung tahun, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru. Melalui pemanfaatan pusat perbelanjaan secara lebih optimal, mal tidak hanya difungsikan sebagai tempat transaksi ritel, tetapi juga sebagai ruang aktivitas ekonomi yang produktif, kreatif, dan inklusif bagi UMKM serta pekerja ekonomi digital.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan sinergi antara WFM dan program belanja nasional mampu mendorong peningkatan konsumsi masyarakat sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi.

"Hampir seluruh toko memberikan diskon hingga 50 persen, bahkan ada tambahan potongan 25 persen dan cashback sekitar 10 persen. Ini yang kita dorong agar belanja masyarakat meningkat dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. Hampir semua mal ramai, dan mudah-mudahan program ini berjalan lancar serta mendorong aktivitas ekonomi," ujar Airlangga saat meninjau kesiapan implementasi Work From Mall untuk mendukung program BINA dan Indonesia Great Sale di Mal Pondok Indah, Jakarta, Jumat (26/12/2025).

Program Belanja di Indonesia Saja yang digagas Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) dilaksanakan serentak di berbagai pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia. Program tersebut menargetkan nilai transaksi hingga Rp 30 triliun sampai 4 Januari 2026. Secara keseluruhan, Pemerintah menargetkan perputaran belanja masyarakat hingga akhir tahun dapat melampaui Rp 110 triliun.

Selain mendorong konsumsi domestik, rangkaian program belanja nasional juga memberikan ruang yang lebih luas bagi UMKM untuk terlibat dalam ekosistem ritel modern. Keterlibatan UMKM di pusat perbelanjaan dinilai penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dari sisi pariwisata, wisata belanja turut diposisikan sebagai daya tarik bagi wisatawan mancanegara. Strategi ini sejalan dengan pemulihan sektor pariwisata nasional yang mencatatkan kunjungan lebih dari 15 juta wisatawan mancanegara sepanjang tahun ini.

Melalui konsep Work From Mall, Pemerintah juga mendorong pusat perbelanjaan dimanfaatkan sebagai ruang kerja alternatif yang mendukung perkembangan ekonomi digital dan gig economy. Program ini akan dikembangkan secara bertahap di 15 provinsi dengan dukungan pemerintah daerah serta perusahaan teknologi, memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia seperti konektivitas internet, pasokan listrik, dan layanan penunjang lainnya.

"Mal bukan hanya tempat berbelanja, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk bekerja dan menjalankan aktivitas ekonomi. Kami mendorong pengembangan ekonomi gig yang akan didukung anggaran oleh Pemda DKI dan dilaksanakan di 15 provinsi dengan dukungan perusahaan teknologi. Kebutuhan seperti wifi, pengisian daya, hingga fasilitas pendukung lainnya sudah tersedia di mal," kata Airlangga.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Perekonomian bersama rombongan juga menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera melalui program HIPPINDO Peduli. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan dialog bersama insan media.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Agama, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo Simbolon, Staf Ahli Kemenko Perekonomian Bidang Pembangunan Daerah Haryo Limanseto, Ketua Umum HIPPINDO Budiharjo Iduansjah, serta Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja.

Editor: Gokli