Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Dominasi Astana International Challenge 2025, Sabet Empat Emas dan Juara Umum
Oleh : Redaksi
Rabu | 24-12-2025 | 12:48 WIB
AIC-2025.jpg Honda-Batam
Tim bulutangkis Indonesia mendominasi ajang Astana International Challenge 2025 yang berlangsung di Beeline Arena, Astana, Kazakhstan, pada 17-21 Desember 2025. (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Batam - Tim bulutangkis Indonesia tampil gemilang dengan mendominasi ajang Astana International Challenge 2025 yang berlangsung di Beeline Arena, Astana, Kazakhstan, pada 17-21 Desember 2025. Dari lima nomor yang dipertandingkan, skuad Merah Putih berhasil meraih empat medali emas dan memastikan diri sebagai juara umum turnamen.

Capaian tersebut menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama bulutangkis dunia, sekaligus menunjukkan keberhasilan program regenerasi atlet nasional di kancah internasional. Turnamen ini merupakan bagian dari kalender resmi Badminton World Federation (BWF) Continental Circuit yang menjadi ajang pengumpulan poin peringkat dunia bagi para atlet.

Pada nomor ganda campuran, pasangan Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran tampil konsisten hingga merebut gelar juara. Dominasi Indonesia berlanjut di nomor ganda putra, di mana pasangan Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat keluar sebagai pemenang.

Dua pasangan Indonesia lainnya, Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi serta Anselmus Breagit Fredy Prasetya/Pulung Ramadhan, turut mengamankan posisi ketiga dan memperlihatkan kedalaman kekuatan sektor ganda putra.

Sementara itu, pada nomor ganda putri, pasangan Lanny Tria Mayasari/Amallia Cahaya Pratiwi berhasil meraih posisi runner-up setelah bersaing ketat dengan lawan-lawan internasional. Indonesia juga mendominasi sektor tunggal. Di nomor tunggal putri, Thalita Ramadhani Wiryawan meraih gelar juara, sedangkan Dalila Aghnia Puteri finis di posisi ketiga. Adapun di sektor tunggal putra, Indonesia menguasai podium melalui Muhamad Yusuf sebagai juara pertama dan Prahdiska Bagas Shujiwo di posisi kedua.

Dengan raihan tersebut, Indonesia menutup turnamen dengan total empat medali emas dan dua medali perak, sekaligus memastikan gelar juara umum Astana International Challenge 2025.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Dr M Fadjroel Rachman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh delegasi PBSI yang telah berjuang membawa nama Indonesia di ajang internasional. "Terima kasih tak terhingga kepada 28 atlet, pelatih, dan ofisial bulutangkis Indonesia. Empat medali emas dan dua perak ini adalah bukti perjuangan tanpa henti membela Merah Putih di mana pun dan dalam kondisi apa pun," ujar Fadjroel.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Kementerian Pemuda dan Olahraga serta jajaran pimpinan PBSI dalam mendorong diplomasi olahraga Indonesia di Kazakhstan. "KBRI Astana mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Menpora Bapak Erick Thohir, Wamenpora dan Waketum PBSI Bapak Taufik Hidayat, serta Ketua Umum PBSI Fadil Imran atas dukungan penuh terhadap keikutsertaan atlet Pelatnas PBSI di Astana International Challenge 2025. Kami berharap Indonesia terus berpartisipasi dalam kejuaraan bulutangkis di Kazakhstan," kata Fadjroel.

Ia menambahkan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga RI juga akan segera menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama bidang olahraga dan kepemudaan dengan Kementerian Olahraga dan Pariwisata Kazakhstan.

Manajer Tim PBSI, Hasanuddin Purnama, menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari program latihan berkelanjutan serta dukungan penuh dari KBRI Astana selama tim berada di Kazakhstan. "Kemenangan ini adalah buah dari program latihan yang konsisten sepanjang tahun, persiapan matang menjelang turnamen, serta pengelolaan kondisi atlet mulai dari pemulihan, asupan gizi, hingga istirahat. Dukungan KBRI Astana juga sangat luar biasa, mulai dari bantuan transportasi hingga kehadiran langsung memberikan semangat di arena," ungkap Hasanuddin.

Salah satu peraih emas sektor ganda putra, Muhammad Rian Ardianto, menyampaikan bahwa kemenangan tersebut dipersembahkan untuk PBSI dan masyarakat Indonesia, khususnya yang berada di Kazakhstan. "Kemenangan ini kami persembahkan untuk keluarga besar PBSI, para pendukung di Kazakhstan, dan seluruh masyarakat Indonesia. Tantangan utama kami selain cuaca dingin adalah persaingan ketat dengan para pemain muda yang sedang berkembang," ujar Rian Ardianto.

Keberhasilan di Astana International Challenge 2025 ini diharapkan semakin memperkuat posisi Indonesia di kancah bulutangkis dunia sekaligus memperluas peran olahraga sebagai sarana diplomasi internasional.

Editor: Gokli