Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia-AS Sepakati Substansi Perjanjian Perdagangan Resiprokal, Siap Ditandatangani Awal 2026
Oleh : Redaksi
Selasa | 23-12-2025 | 13:28 WIB
Resiprokal.jpg Honda-Batam
Pertemuan resmi antara Menko Airlangga Hartarto, dan United States Trade Representative (USTR) Ambassador Jamieson Greer yang berlangsung di Washington D.C., Senin (22/12/2025). (Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) akhirnya mencapai kesepakatan substansi dalam dokumen perundingan perdagangan resiprokal atau Agreements on Reciprocal Trade (ART), setelah melalui proses negosiasi intensif sejak April 2025.

Kesepakatan tersebut tercapai dalam pertemuan resmi antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan United States Trade Representative (USTR) Ambassador Jamieson Greer yang berlangsung di Washington D.C., Senin (22/12/2025).

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut penugasan Presiden Prabowo Subianto kepada Menko Airlangga untuk mempercepat penyelesaian perjanjian dagang Indonesia-AS.

Sejak pengumuman kebijakan Liberation Day oleh Pemerintah AS pada 2 April 2025 yang memberlakukan tarif resiprokal, Indonesia dan AS melakukan berbagai perundingan dan komunikasi intensif guna menyelesaikan persoalan perdagangan bilateral. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan diterbitkannya Joint Statement pada 22 Juli 2025 yang menurunkan tarif resiprokal bagi Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen.

"Intinya adalah keseimbangan. Kami menyampaikan isu-isu yang menjadi kepentingan utama Indonesia, sekaligus mendengarkan pandangan Amerika Serikat. Dari situ dicari titik temu," ujar Airlangga Hartarto.

Melalui perjanjian ART, Indonesia menyatakan komitmen untuk membuka akses pasar bagi produk AS, mengatasi hambatan non-tarif, memperkuat kerja sama perdagangan digital dan teknologi, aspek keamanan nasional, serta kolaborasi komersial. Sebaliknya, Pemerintah AS berkomitmen memberikan pengecualian tarif bagi sejumlah produk unggulan ekspor Indonesia yang tidak diproduksi di AS, seperti minyak kelapa sawit, kakao, kopi, dan teh.

Dalam pertemuan tersebut, Menko Airlangga mendorong agar seluruh isu strategis dan teknis dalam ART dapat disepakati. Setelah pembahasan panjang, kedua negara akhirnya menyetujui seluruh isu utama yang menjadi substansi perjanjian, yang rencananya akan ditandatangani langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Kami telah melaksanakan pertemuan dengan Ambassador Jamieson Greer, dan Alhamdulillah pembahasan berjalan sangat baik hingga tercapai kesepakatan substansi dalam dokumen ART," kata Airlangga.

Ambassador Greer menyambut positif hasil pertemuan tersebut dan mengapresiasi komitmen kedua pihak dalam mendorong percepatan penyelesaian kesepakatan, meskipun pertemuan berlangsung di tengah awal masa libur Natal di AS. "Hasil pertemuan ini menjadi hadiah Natal terbaik yang membawa manfaat bagi kedua negara," ujar Greer.

Sebagai tindak lanjut, tim teknis Indonesia dan AS dijadwalkan kembali bertemu pada pekan kedua Januari 2026 di Washington D.C. untuk melakukan legal scrubbing dan penyempurnaan dokumen. Proses tersebut ditargetkan rampung dalam waktu satu minggu, sehingga dokumen ART dapat diselesaikan pada pekan ketiga Januari 2026.

"Diharapkan sebelum akhir Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Trump dapat menandatangani secara resmi dokumen ART di White House," pungkas Airlangga.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi, Staf Khusus Menko Perekonomian Rizal Mallarangeng, serta Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Irwan Sinaga.

Editor: Gokli