Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Warga Tanjung Banun Terima Bantuan Perbekalan dan Santunan Rumah Secara Penuh
Oleh : Redaksi/Alex
Senin | 22-12-2025 | 11:48 WIB
tanjung-banun.jpg Honda-Batam
Penyerahan bantuan perbekalan dan santunan nilai rumah asal kepada masyarakat transmigrasi lokal di Tanjung Banun, Minggu (21/12/2025). (Foto: BP Batam)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri penyerahan bantuan perbekalan dan santunan nilai rumah asal kepada masyarakat transmigrasi lokal di Tanjung Banun, Minggu (21/12/2025).

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan perlindungan dan kesejahteraan masyarakat terdampak program transmigrasi dan relokasi kawasan.

Bantuan perbekalan yang disalurkan meliputi berbagai kebutuhan dasar rumah tangga, antara lain perlengkapan sandang, peralatan tidur, peralatan dapur, alat pertukangan, peralatan pertanian, jaring nelayan, hingga perlengkapan rumah tangga lainnya.

Selain bantuan perbekalan, pemerintah juga menyalurkan santunan nilai rumah asal kepada warga transmigrasi. Santunan tersebut diberikan secara penuh berdasarkan hasil penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) terhadap rumah warga sebelum relokasi.

Menteri Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menjelaskan bahwa sebelumnya warga hanya menerima selisih nilai antara rumah asal dan rumah relokasi. Sebagai contoh, apabila rumah asal dinilai sebesar Rp 200 juta dan rumah relokasi senilai Rp 130 juta, maka warga hanya memperoleh santunan sebesar Rp 70 juta.

"Namun saat ini, nilai rumah relokasi sebesar Rp 130 juta tersebut dikembalikan kepada masyarakat, sehingga warga menerima santunan nilai rumah asal secara penuh," ujar Iftitah.

Ia menambahkan, kebijakan pemberian santunan penuh tersebut merupakan usulan dari Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, yang kemudian melalui proses pembahasan dan persetujuan bersama. "Membangun Tanjung Banun ini bukan sekadar soal relokasi. Ini adalah upaya menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru, membangun masa depan, dan memindahkan kehidupan masyarakat menuju kesejahteraan yang lebih baik," kata Iftitah.

Sementara itu, Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa penyerahan bantuan dan santunan tersebut mencerminkan komitmen BP Batam untuk menghadirkan kebijakan yang berorientasi pada keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.

"Ini adalah komitmen kami bersama Wakil Kepala BP Batam untuk memastikan setiap kebijakan berpihak pada keadilan dan kesejahteraan masyarakat," ujar Amsakar.

Ia menambahkan bahwa pembangunan Rempang Eco City tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga merupakan strategi jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

"Harapan kami, melalui bantuan perbekalan dan santunan nilai rumah asal ini, masyarakat dapat lebih nyaman dan fokus menata kehidupan, seiring dengan penyiapan infrastruktur yang terus kami lakukan di kawasan Tanjung Banun," tegas Amsakar.

Editor: Gokli