Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Resmi Pimpin D-8 Periode 2026-2027, Perkuat Solidaritas dan Diplomasi Ekonomi Global South
Oleh : Redaksi
Sabtu | 20-12-2025 | 14:28 WIB
D-8.jpg Honda-Batam
Ngobrol Asik (Ngobras) edisi ke-3 bertajuk "Keketuaan Indonesia di D-8: Menguatkan Solidaritas dan Kerja Sama di Global South" yang berlangsung di Kantin Diplomasi Kemlu, Jumat (19/12/2025). (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia akan mengemban peran sebagai Ketua Developing-8 (D-8) Organization for Economic Cooperation mulai 1 Januari 2026 untuk masa bakti 2026-2027. Prosesi serah terima keketuaan dijadwalkan berlangsung pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-12 D-8 yang akan digelar di Jakarta pada April 2026.

Kepastian tersebut disampaikan Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Duta Besar Tri Tharyat, dalam kegiatan Ngobrol Asik (Ngobras) edisi ke-3 bertajuk "Keketuaan Indonesia di D-8: Menguatkan Solidaritas dan Kerja Sama di Global South" yang berlangsung di Kantin Diplomasi Kemlu, Jumat (19/12/2025).

Menurut Dirjen Tri, kepemimpinan Indonesia di D-8 menjadi momentum strategis untuk mengakselerasi diplomasi ekonomi nasional, memperkokoh solidaritas negara-negara Global South, serta meningkatkan daya tawar kolektif negara berkembang di tengah dinamika geopolitik dan tantangan multilateralisme global.

"D-8 merupakan forum ekonomi strategis bagi Global South. Di tengah dinamika geopolitik dan tantangan multilateralisme, keketuaan Indonesia di D-8 akan menjadi instrumen penting untuk memperkuat kesetaraan, solidaritas, dan kerja sama ekonomi yang konkret," ujar Dubes Tri Tharyat.

D-8 adalah organisasi kerja sama ekonomi negara berkembang yang beranggotakan Azerbaijan, Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turkiye. Forum ini mewakili sekitar 1,3 miliar penduduk dunia, dengan produk domestik bruto (PDB) kolektif sekitar USD 5,1 triliun, serta nilai perdagangan intra-D-8 mencapai sekitar USD 157 miliar.

Dengan sebaran geografis yang meliputi Asia Selatan, Asia Tenggara, Asia Tengah, Timur Tengah, hingga Afrika, D-8 dinilai memiliki posisi kian strategis sebagai blok ekonomi penyeimbang sekaligus penggerak utama kerja sama ekonomi Selatan-Selatan. Dirjen Tri menambahkan, sejumlah kajian internasional memproyeksikan negara-negara anggota D-8 berpotensi menjadi kekuatan ekonomi utama dunia pada 2050, sehingga menjadikan D-8 sebagai investasi penting dalam politik luar negeri Indonesia.

Pada masa keketuaannya, Indonesia mengusung tema "Navigating Global Shifts: Strengthening Equality, Solidarity and Cooperation for Shared Prosperity". Tema tersebut merefleksikan semangat kesetaraan, solidaritas, dan kerja sama yang sejalan dengan nilai Dasasila Bandung. Fokus agenda meliputi penguatan integrasi ekonomi dan perdagangan, pengembangan ekonomi halal, promosi ekonomi biru dan transisi hijau, peningkatan konektivitas serta transformasi digital, hingga penguatan tata kelola organisasi D-8.

Dalam kesempatan yang sama, diperkenalkan pula logo keketuaan Indonesia yang terinspirasi dari simbol kompas dan cahaya penuntun (jyoti), sebagai representasi arah, persatuan, dan optimisme Global South menuju masa depan yang inklusif dan sejahtera.

Sebagai puncak rangkaian kegiatan, Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT ke-12 D-8 di Jakarta pada April 2026, yang didahului pertemuan tingkat Pejabat Tinggi serta Pertemuan Menteri Luar Negeri. Sejalan dengan komitmen kemanusiaan, Indonesia juga akan menggelar sesi khusus mengenai Palestina di sela-sela KTT.

Selain itu, rangkaian KTT akan diramaikan dengan Business and Investment Forum untuk memperkuat jejaring dunia usaha, serta Halal Expo yang diharapkan menjadi platform strategis dalam penguatan ekosistem ekonomi halal di antara negara anggota D-8.

KTT D-8 Jakarta 2026 ditargetkan menghasilkan Deklarasi bersama sebagai wujud komitmen kolektif dalam memperkuat kerja sama ekonomi, solidaritas Global South, serta mendorong pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi seluruh anggota D-8.

Editor: Gokli