Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Menkeu Purbaya Paparkan Strategi Ekonomi Berkelanjutan, Targetkan Pertumbuhan hingga 8 Persen
Oleh : Redaksi
Sabtu | 20-12-2025 | 10:48 WIB
Economic-Outlook-2026.jpg Honda-Batam
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam program Economic Outlook 2026 di salah satu televisi swasta nasional, Selasa (16/12/2025). (Kemenkeu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memaparkan sejumlah strategi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dalam program Economic Outlook 2026 di salah satu televisi swasta nasional, Selasa (16/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya menekankan pentingnya perencanaan ekonomi jangka panjang serta sinergi antara sektor publik dan swasta guna mendorong kinerja perekonomian nasional.

Menurutnya, meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen, angka tersebut dinilai belum cukup untuk menyerap peningkatan jumlah pencari kerja. Oleh karena itu, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, hingga mencapai 8 persen dalam beberapa tahun ke depan.

"Pertumbuhan ekonomi perlu terus ditingkatkan agar mampu menyerap tenaga kerja yang terus bertambah. Karena itu, semua sektor, baik publik maupun swasta, harus berperan aktif mendorong pertumbuhan," ujar Purbaya.

Ia menegaskan, pertumbuhan ekonomi yang stabil akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, antara lain melalui keterjangkauan harga kebutuhan pokok serta terbukanya akses lapangan kerja yang lebih luas. "Indikator kesejahteraan masyarakat terlihat ketika harga kebutuhan pokok terjaga dan kesempatan kerja semakin terbuka," katanya.

Dalam dialog tersebut, Purbaya juga menyinggung tantangan dalam melakukan pembenahan sistem ekonomi yang dinilai belum sepenuhnya optimal. Kendati demikian, ia optimistis Indonesia mampu menghadapi tantangan tersebut dan melampaui target pertumbuhan 5,4 persen pada 2026.

Salah satu langkah utama yang akan ditempuh, lanjutnya, adalah mengoptimalkan kembali sektor-sektor ekonomi yang selama ini mengalami perlambatan agar dapat berfungsi maksimal dalam menggerakkan perekonomian.

Menkeu juga menekankan pentingnya penguatan sektor strategis seperti manufaktur, pertanian, dan energi sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, penguatan iklim investasi dan pengembangan pasar modal dinilai menjadi faktor krusial dalam mendorong ekspansi ekonomi.

"Fokus saya adalah menjaga fondasi perekonomian. Pasar modal akan ikut berkembang seiring dengan bertumbuhnya skala perusahaan," terang Purbaya.

Ia menilai, pasar modal yang sehat akan membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan besar untuk berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap perekonomian nasional.

Menutup dialog tersebut, Purbaya menyampaikan optimisme bahwa Indonesia berpeluang mencapai status negara maju dalam kurun waktu 10 hingga 15 tahun ke depan. Dengan kebijakan fiskal yang tepat dan pengelolaan ekonomi yang berkelanjutan, Indonesia diharapkan mampu keluar dari jebakan pendapatan menengah dan mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata.

Editor: Gokli