Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Gig Economy dan AI Challenge Resmi Diluncurkan, Dorong Talenta Digital Gen Z hingga Target Ekonomi 8 Persen
Oleh : Redaksi
Sabtu | 20-12-2025 | 10:28 WIB
Gig-Economy.jpg Honda-Batam
Peluncuran Program Pelatihan Gig Economy bagi Generasi Z serta AI Open Innovation Challenge oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Rabu (18/12/2025). (Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah terus memperkuat transformasi digital sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan ekonomi global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran Program Pelatihan Gig Economy bagi Generasi Z serta AI Open Innovation Challenge oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Rabu (18/12/2025).

Inisiatif strategis yang melibatkan kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah ini bertujuan mencetak talenta digital yang berdaya saing tinggi sekaligus mempercepat pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

Dalam sambutannya, Menko Airlangga menegaskan bahwa ekonomi digital menjadi "mesin ketiga" pertumbuhan ekonomi Indonesia, melengkapi sektor industri konvensional dan penguatan jaring pengaman sosial. "Ekonomi digital merupakan mesin pertumbuhan ketiga Indonesia. Sektor ini, khususnya Gig Economy, diproyeksikan tumbuh dua digit dan menjadi kunci kedaulatan teknologi nasional melalui penguasaan talenta dan inovasi," ujar Airlangga.

Ia mengungkapkan, nilai ekosistem ekonomi digital Indonesia saat ini telah melampaui USD90 miliar dan diproyeksikan meningkat hingga USD 400 miliar pada 2030. Sementara di tingkat regional, pasar ekonomi digital ASEAN diperkirakan tumbuh dari USD 1 triliun menjadi USD 2 triliun dalam periode yang sama.

"Indonesia harus mengambil peran dominan di kawasan melalui pengembangan sumber daya manusia unggul, khususnya Generasi Z," katanya.

Program Pelatihan Gig Economy dirancang untuk memperkuat ekosistem digital secara menyeluruh, mulai dari pengembangan SDM, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), hingga penguatan industri semikonduktor. Pemerintah menargetkan implementasi program ini di 15 kota di Indonesia, dengan Jakarta ditetapkan sebagai proyek percontohan.

Untuk mendukung pembiayaan, pemerintah mengalokasikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus senilai Rp 10 triliun bagi pelaku ekonomi kreatif dan Gig Economy. Skema tersebut menawarkan bunga rendah sebesar 6 persen dengan plafon pinjaman hingga Rp 500 juta, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan proyek digital.

Selain dukungan pembiayaan, pemerintah juga menyiapkan apresiasi berupa unit mobil listrik bagi peserta dengan inovasi terbaik sebagai upaya mendorong adopsi teknologi ramah lingkungan.

Lebih lanjut, Airlangga menekankan pentingnya penerapan pola kerja fleksibel seperti Work from Anywhere (WFA) untuk menjaga produktivitas tanpa menambah beban infrastruktur perkotaan. "Model kerja fleksibel menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan tekanan terhadap infrastruktur kota," ujarnya.

Ia juga menyoroti peran strategis sektor swasta dan BUMN, seperti Telkom, Jababeka, dan Emtek, dalam mendampingi talenta muda melalui mentoring serta pengembangan pusat inovasi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.

Peluncuran program tersebut turut dihadiri Menteri PANRB Rini Widyantini, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, serta sejumlah pejabat Kemenko Perekonomian dan perwakilan kementerian/lembaga terkait, serta pemangku kepentingan Program Pelatihan Gig Economy.

Editor: Gokli