Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ini Alasan Djodi Wirahadikusuma Tutup Akses Keluar Masuk Pabrik Teh Prendjak di Tanjungpinang
Oleh : Devi Handiani
Kamis | 18-12-2025 | 11:28 WIB
pagar-bata.jpg Honda-Batam
Akses keluar masuk menuju PT Panca Rasa Pratama atau pabrik Teh Prendjak di Jalan DI Panjaitan, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, ditutup menggunakan susunan batu bata, Rabu (17/12/2025). (Foto: Devi Handiani)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Akses keluar masuk menuju PT Panca Rasa Pratama atau pabrik Teh Prendjak di Jalan DI Panjaitan, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, ditutup menggunakan susunan batu bata, Rabu (17/12/2025). Penutupan tersebut menyebabkan aktivitas kendaraan perusahaan terhenti sementara dan menyita perhatian masyarakat sekitar.

Aksi penutupan akses jalan ini dilatarbelakangi sengketa lahan antara pemilik tanah, Djodi Wirahadikusuma, dengan pihak PT Panca Rasa Pratama. Djodi mengklaim lahan selebar enam meter yang selama ini menjadi akses utama pabrik merupakan miliknya berdasarkan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dengan Nomor Identifikasi Bidang (NIB) 32.05.000005970.0.

Djodi mengungkapkan, lahan tersebut telah digunakan oleh pihak perusahaan selama kurang lebih 21 tahun tanpa adanya itikad baik untuk menyelesaikan persoalan kepemilikan secara tuntas. "Lahan ini adalah milik saya dan saya memiliki sertifikat yang sah. Selama puluhan tahun digunakan, tetapi tidak pernah ada itikad baik untuk menyelesaikan masalah ini," tegas Djodi.

Pekerja yang terlibat dalam penutupan akses, Yohanes, mengatakan pemasangan batu bata dilakukan atas dasar klaim kepemilikan lahan yang dinilai sah oleh pemiliknya. "Kami menutup akses ini karena berdasarkan sertifikat yang ada, lahan tersebut merupakan milik Pak Djodi," ujar Yohanes.

Sementara itu, Regional Sales Promotion Manager PT Panca Rasa Pratama, Mustardi, menyatakan pihak perusahaan masih melakukan pengecekan dan koordinasi internal terkait penutupan akses menuju pabrik Teh Prendjak tersebut. "Informasinya masih kami dalami dan sedang kami koordinasikan dengan tim di Tanjungpinang," kata Mustardi.

Penutupan akses jalan ini berdampak langsung pada operasional pabrik Teh Prendjak serta menimbulkan kekhawatiran di kalangan karyawan dan warga sekitar.

Editor: Gokli