Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Bandara Hang Nadim Dorong Penambahan Rute Internasional, Batam Dibidik Jadi Gerbang Barat Indonesia
Oleh : Aldy
Rabu | 17-12-2025 | 11:08 WIB
1612_rilis-kesiapan-hang-nadim-11.jpg Honda-Batam
Pjs Direktur Utama PT BIB, Annang Setiabudi, saat media gathering yang digelar di Labers Pergudangan, Batam Centre, Senin (16/12/2025). (Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pemerintah bersama pengelola Bandara Internasional Hang Nadim Batam terus mengupayakan penambahan rute penerbangan internasional guna memperkuat posisi Batam sebagai pintu masuk utama wilayah barat Indonesia.

Upaya tersebut dinilai strategis untuk meningkatkan konektivitas global sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Budhi, mengatakan rute internasional yang telah beroperasi saat ini menjadi modal penting untuk pengembangan destinasi luar negeri lainnya dari Batam.

"Batam merupakan satu-satunya kota di Sumatera yang memiliki penerbangan langsung ke Incheon, Korea Selatan. Keunggulan ini harus kita dorong bersama agar Batam semakin dikenal sebagai pintu masuk internasional," ujar Annang usai kegiatan media gathering di kawasan Batam Center, Selasa (16/12/2025).

Saat ini, rute Batam–Incheon dilayani maskapai Jeju Air dengan frekuensi dua kali seminggu, yakni setiap Rabu dan Sabtu. Selain itu, Bandara Hang Nadim juga melayani penerbangan internasional harian menuju Kuala Lumpur, Malaysia, serta penerbangan umrah ke Jeddah, Arab Saudi.

Annang mengungkapkan, minat masyarakat terhadap penerbangan internasional dari Batam, khususnya ke Korea Selatan, tergolong tinggi. Berdasarkan data PT BIB pada pertengahan Desember 2025, tingkat keterisian kursi penerbangan Batam-Incheon mencapai 97 persen pada 20 Desember, 95 persen pada 24 Desember, dan 76 persen pada 27 Desember.

"Capaian load factor ini menunjukkan potensi pasar yang sangat menjanjikan. Artinya, Batam memiliki daya tarik kuat untuk pengembangan rute internasional lainnya," katanya.

Meski demikian, Annang mengakui jumlah penerbangan internasional dari dan ke Bandara Hang Nadim Batam masih terbatas, baik dari sisi armada maupun variasi rute. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperluas jaringan penerbangan ke depan.

Ia menilai Batam sebagai kawasan industri akan terus menjadi tujuan investasi, sehingga mobilitas masyarakat internasional melalui Bandara Hang Nadim diproyeksikan meningkat. Oleh karena itu, pihaknya terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah serta mengoptimalkan pengembangan sektor pariwisata agar Batam semakin dikenal di tingkat global.

"Ke depan, kami menargetkan Batam memiliki lebih banyak pilihan penerbangan internasional. Pada 2026, kami berharap sudah ada rute internasional baru yang dapat dibuka," ujarnya.

Untuk merealisasikan target tersebut, PT BIB telah menjalin komunikasi dan melakukan negosiasi dengan sejumlah maskapai, khususnya untuk rute dengan waktu tempuh sekitar tiga hingga enam jam penerbangan dari Batam. Rute-rute tersebut dinilai potensial dan realistis untuk dikembangkan dalam waktu dekat.

Menurut Annang, perluasan konektivitas internasional Batam tidak hanya menyasar masyarakat lokal, tetapi juga penumpang dari wilayah Sumatera lainnya. "Kami melihat peluang menarik penumpang dari Riau, Palembang, hingga Medan, terutama bagi mereka yang ingin berwisata ke Korea Selatan dengan konsep low budget melalui penerbangan langsung Jeju Air ke Incheon," katanya.

Selain maskapai internasional, PT BIB juga mendorong peningkatan layanan penerbangan domestik untuk memperkuat konektivitas nasional. Saat ini, sejumlah maskapai seperti Citilink, Lion Group, Garuda Indonesia, dan Sriwijaya Air telah beroperasi di Batam.

"Ke depan, kami berharap maskapai lain seperti Nam Air, Pelita Air, AirAsia, dan TransNusa dapat membuka atau menambah rute dari dan ke Batam," ujar Annang.

Dengan upaya perluasan rute internasional dan penguatan konektivitas domestik tersebut, Bandara Internasional Hang Nadim Batam diharapkan semakin mengukuhkan peran strategis Batam sebagai pusat konektivitas udara di kawasan Asia Tenggara. "Harapan utama kami, Batam benar-benar menjadi gerbang barat Indonesia," pungkas Annang Setia Budhi.

Editor: Gokli