Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

OJK Ungkap Kinerja IJK Kepri hingga September 2025, Tumbuh Tertinggi di Sumatera Bagian Utara
Oleh : Aldy Daeng
Senin | 15-12-2025 | 13:48 WIB
Sinar-Danandjaya1.jpg Honda-Batam
Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau mengungkapkan perkembangan Industri Jasa Keuangan (IJK) di Kepulauan Riau hingga posisi September 2025 yang menunjukkan kinerja solid dan berdaya saing tinggi.

Capaian tersebut disampaikan dalam High Level Meeting Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Kepulauan Riau yang digelar bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di Gedung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Selasa (9/12/20225).

Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya, menyatakan bahwa pertumbuhan sektor jasa keuangan di Kepri menjadi yang tertinggi di wilayah Sumatera Bagian Utara. "Total aset dan kredit yang disalurkan di Kepulauan Riau masing-masing tumbuh sebesar 13,50 persen dan 20,68 persen. Dana pihak ketiga juga mencatatkan pertumbuhan tertinggi, yakni 14,20 persen," ujar Sinar, dalam keterangan resmi, Senin (15/12/2025).

Ia menambahkan, dari sisi risiko, Kepulauan Riau juga mencatatkan kinerja terbaik di wilayah Sumatera Bagian Utara. Hal ini tercermin dari rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) yang berada pada level rendah, yakni 1,30 persen, dengan total penyaluran pembiayaan mencapai Rp 5,916 miliar.

Selain perbankan, kinerja subsektor keuangan nonbank turut menunjukkan tren positif. Sektor pergadaian di Kepulauan Riau tumbuh sebesar 34,16 persen dan menjadi yang kedua tertinggi di Sumatera Bagian Utara. Sementara itu, perusahaan modal ventura mencatat lonjakan pembiayaan signifikan sebesar 350,85 persen dengan tingkat risiko rendah, tercermin dari NPF sebesar 1,02 persen.

Namun demikian, OJK mencatat adanya tantangan pada sektor perasuransian, khususnya asuransi jiwa yang mengalami kontraksi dengan pertumbuhan tahunan sebesar minus 8,26 persen. "Meski begitu, asuransi umum di Kepulauan Riau justru tumbuh positif sebesar 13 persen dan menjadi satu-satunya wilayah di Sumatera Bagian Utara yang mencatatkan kinerja positif pada sektor ini," kata Sinar.

High Level Meeting TPAKD tersebut juga menjadi forum penguatan sinergi antara pemerintah daerah, OJK, industri jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam memperluas akses keuangan masyarakat. Forum ini membahas implementasi Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD) serta arah kebijakan Roadmap TPAKD 2026-2030.

Perwakilan Direktorat Inklusi Keuangan OJK, Yona Wulandari, menjelaskan bahwa IKAD dirancang sebagai instrumen strategis untuk memetakan kondisi akses keuangan di seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau. "IKAD diharapkan menjadi indikator utama pembangunan daerah dan diselaraskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah," ujarnya.

Forum tersebut turut mengidentifikasi tantangan percepatan akses keuangan, antara lain rendahnya literasi keuangan masyarakat dan keterbatasan konektivitas internet di sejumlah wilayah. Untuk itu, OJK dan pemerintah daerah mendorong penguatan edukasi keuangan serta pengembangan sektor-sektor prioritas, seperti perikanan, pertanian dan perkebunan, pariwisata, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam kesempatan yang sama, Sinar Danandjaya menyampaikan apresiasi atas capaian TPAKD Provinsi Kepulauan Riau yang masuk sebagai nominator TPAKD terbaik di Pulau Sumatera bersama TPAKD Sumatera Selatan dan Sumatera Utara. Menurutnya, capaian tersebut didukung oleh konsistensi pelaksanaan program unggulan, seperti Kredit atau Pembiayaan Melawan Rentenir, business matching, literasi keuangan, serta penguatan perlindungan konsumen dari aktivitas keuangan ilegal.

"Dengan kinerja industri jasa keuangan yang kuat dan sinergi lintas pemangku kepentingan, kami optimistis akses keuangan dan pembiayaan produktif bagi masyarakat Kepulauan Riau akan terus meningkat," pungkas Sinar.

Editor: Gokli