Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Spin-off InfraNexia Dapat Restu, TelkomGroup Perkuat Bisnis Infrastruktur
Oleh : Irwan Hirzal
Sabtu | 13-12-2025 | 14:08 WIB
1312_jajaran-direksi-telkom-2025.jpg Honda-Batam
Jajaran Dewan Komisaris dan Direksi TelkomGroup usai pelaksanaan RUPSLB, Jumat (12/12/2025). (Foto: Telkom)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi mengantongi persetujuan pemegang saham independen atas rencana pemisahan (spin-off) sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity kepada PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) atau InfraNexia. Persetujuan tersebut diperoleh dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar secara daring pada Jumat (12/12/2025).

Aksi korporasi yang dikategorikan sebagai transaksi afiliasi sesuai Peraturan OJK Nomor 42 Tahun 2020 itu telah memenuhi ketentuan kuorum dan disetujui mayoritas pemegang saham independen. Spin-off ini menjadi bagian penting dari langkah strategis TelkomGroup dalam memperkuat struktur bisnis infrastruktur digital.

Pemisahan sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity tersebut merupakan bagian dari transformasi TLKM 30. Langkah ini menegaskan komitmen Telkom dalam mendorong percepatan pembangunan ekosistem konektivitas digital yang inklusif dan merata di seluruh Indonesia. InfraNexia diproyeksikan menjadi sumber pertumbuhan baru melalui optimalisasi aset serta peningkatan kualitas layanan infrastruktur digital.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, persetujuan spin-off ini akan memperkuat agenda transformasi perusahaan agar memiliki struktur usaha yang lebih fokus dan adaptif.

"Transformasi ini memungkinkan Telkom berkontribusi lebih besar dalam percepatan digitalisasi nasional serta menciptakan nilai tambah bagi perusahaan, pemangku kepentingan, masyarakat, dan negara," ujarnya.

Dengan terbentuknya InfraNexia, pengembangan bisnis fiber akan dilakukan secara lebih terfokus. Selain meningkatkan efisiensi operasional dan belanja modal, entitas ini juga membuka peluang kerja sama strategis dan network sharing guna mengoptimalkan nilai bisnis.

Pada tahap awal spin-off, InfraNexia akan menguasai lebih dari 50 persen total infrastruktur jaringan fiber Telkom yang mencakup jaringan akses, agregasi, backbone, hingga infrastruktur pendukung lainnya. Tahap kedua spin-off ditargetkan rampung pada 2026 dengan total nilai aset mencapai Rp90 triliun.

Pembentukan InfraNexia juga selaras dengan agenda transformasi jangka panjang BUMN sesuai kebijakan nasional serta arahan Danantara untuk meningkatkan efisiensi dan kontribusi terhadap negara. Besarnya potensi pasar dan kebutuhan konektivitas digital lintas sektor menjadikan InfraNexia memiliki peluang besar sebagai penyedia utama infrastruktur konektivitas nasional.

Dalam RUPSLB yang sama, pemegang saham turut menyetujui penugasan pemerintah kepada Telkom untuk mengoperasikan dan menjaga layanan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) selama masa transisi hingga Pusat Data Nasional (PDN) beroperasi penuh. Penugasan ini mencerminkan kepercayaan pemerintah terhadap kapabilitas Telkom di bidang data center dan layanan cloud.

Telkom menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlangsungan operasional PDNS guna memastikan program transformasi digital pemerintah berjalan optimal serta menjaga kedaulatan data nasional.

RUPSLB juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Telkom yang diharapkan dapat memperkuat kinerja perusahaan sekaligus mendukung proses transformasi yang sedang berjalan.

Dalam strategi TLKM 30, Telkom mengusung empat pilar utama, yakni peningkatan keunggulan operasional dan tata kelola, konsolidasi dan penataan portofolio bisnis, optimalisasi nilai aset infrastruktur digital melalui unlocking value, serta transformasi menuju strategic holding untuk menciptakan nilai jangka panjang di tengah pesatnya ekonomi digital.

Dengan berbagai keputusan strategis tersebut, Telkom semakin menegaskan arah transformasinya menjadi digital telco yang lebih fokus, lincah, dan berdaya saing global. Perseroan optimistis penguatan struktur bisnis dan pembangunan infrastruktur digital nasional akan memperkokoh peran Telkom sebagai penggerak utama ekosistem digital Indonesia.

Editor: Surya