Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Endipat Wijaya Dikecam Warganet Usai Pernyataannya soal Bencana Sumatera Viral
Oleh : Redaksi
Selasa | 09-12-2025 | 10:48 WIB
IMG_20251209_122903_copy_470x250.jpg Honda-Batam
Anggota Komisi I DPR Endipat Wijaya saat Raker dengan Menkomdigi Meutya Hafid, Senin (8/12/2025)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Gerindra asal Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Endipat Wijaya dikecam warganet ramai-ramai usai pernyataannya soal penanganan bencana di Sumatera dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Komunikasi dan Digitalisasi (Menkomdigi) Meutya Hafid pada Senin (8/12/2025) viral di sosial media.

Pernyataan Endipat Wijaya, soal penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatera ramai menjadi sorotan publik. Ucapannya terkait relawan yang turun membantu korban bencana banjir dan longsor di Sumatera viral di platform X dan menuai gelombang kecaman dari warganet.

Potongan video pernyataan tersebut tersebar luas sejak Senin (8/12/2025) malam, tak lama setelah rapat yang membahas penanganan bencana Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), serta strategi komunikasi digital pemerintah terkait krisis nasional, usai digelar.

Dalam video itu, Endipat meminta instansi tersebut lebih agresif menggaungkan kinerja pemerintah agar tak "kalah viral" dengan narasi relawan atau influencer yang dianggapnya hanya "sok paling bantu".

Ucapan ini langsung memicu gelombang reaksi negatif di platform X, dengan tagar dan sindiran pedas membanjiri timeline linimasa dahulu bernama Twitter itu.

Pernyataan itu, berawal dari Rapat Komisi I DPR dengan Menteri Komdigi Meutya Hafid membahas isu strategis nasional, termasuk penanganan bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) sejak akhir November lalu.

Bencana ini telah menewaskan ratusan jiwa, hampir menyentuh angka 1.000 orang, ribuan warga mengungsi, dan merusak infrastruktur secara masif.

Endipat menyoroti peran Komdigi dalam komunikasi digital. Ia mengkritik narasi di media sosial yang menurutnya merugikan citra pemerintah.

"Fokus nanti ke depan Komdigi ini mengerti dan tahu persis isu sensitif nasional, membantu pemerintah memberitahukan dan mengamplifikasi informasi-informasi itu, sehingga enggak kalah viral dibandingkan dengan teman-teman yang sekarang ini sok paling-paling di Aceh, di Sumatera, dan lain-lain itu, Bu," kata Endipat seperti dikutip dari rekaman rapat.

"Ada orang yang cuma datang sekali, seolah-olah paling bekerja di Aceh. Padahal negara sudah hadir dari awal, ada orang baru datang, baru bikin satu posko, ngomong pemerintah enggak ada. Padahal pemerintah sudah bikin ratusan posko di sana. Yang sehingga publik tahu kinerja pemerintah itu sudah ada, dan memang sudah hebat," sambungnya.

Endipat yang merupakan salah satu orang kepercayaan Presiden Prabowo Subianto sempat menyinggung relawan yang melakukan donasi Rp 10 miliar tapi viral.

Padahal menurutnya, pemerintah sudah memberikan triliunan tapi tak dianggap bekerja.

"Orang-orang cuma nyumbang Rp10 miliar, negara sudah triliun-triliunan ke Aceh itu. Jadi yang kayak gitu-gitu, mohon dijadikan perhatian, sehingga ke depan tidak ada lagi informasi yang seolah-olah negara tidak hadir di mana-mana. Padahal negara sudah hadir sejak awal di dalam penanggulangan bencana," ujar Endipat.

Editor: Surya