Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kasus Dugaan Pembunuhan LC Dwi Putri Terkuak, Langkah Cepat Polsek Sagulung Selamatkan Bukti Awal
Oleh : Irwan Hirzal
Sabtu | 06-12-2025 | 20:08 WIB
0612_ungkap-kematian-dwi-putri.jpg Honda-Batam
Polsek Batu Ampar menggelar konferensi pers terkait kasus pembunuhan seorang LC di Kota Batam, Senin (1/12/2025). (Foto: Paskalis RH)

BATAMTODAY.OM, Batam - Gerak cepat Polsek Sagulung dan kecurigaan tim medis Rumah Sakit Elizabeth Sei Lekop menjadi kunci terungkapnya kematian tidak wajar Dwi Putri Aprilian Dini, 25 tahun. Peristiwa yang semula hendak digeser sebagai kematian biasa itu kemudian berkembang menjadi penyidikan kasus dugaan pembunuhan berencana yang menyeret jaringan LC di Batam.

Keterangan sejumlah saksi lapangan dan sumber internal kepolisian menyebut, Polsek Sagulung merupakan pintu awal terbongkarnya kasus ini sebelum ditangani lebih luas oleh Polsek Batu Ampar, dibantu Polresta Barelang dan Polda Kepri.

Kasus berawal ketika jenazah Putri dibawa ke RS Elizabeth Sei Lekop. Tenaga medis menolak menyerahkan jenazah karena menemukan tanda kematian janggal serta aroma busuk yang sudah muncul. Kondisi itu memicu ketegangan dengan Wilson-- yang belakangan diduga sebagai pelaku-- datang bersama beberapa orang rekan korban. Ia berkali-kali menekan perawat dan petugas forensik agar jenazah segera dibawa pergi untuk dimakamkan.

Kecurigaan makin menguat setelah identitas yang disodorkan Wilson diduga palsu: nomor seri dan tahun lahir tak cocok. Pihak keamanan rumah sakit kemudian melaporkan temuan tersebut ke Polsek Sagulung.

Tak lama, tim Reskrim Polsek Sagulung tiba di lokasi. Saat Wilson bersikeras meminta jenazah dibawa ke pemakaman, polisi langsung menahan mereka untuk pemeriksaan. Perdebatan berlangsung lebih dari satu jam. Wilson disebut telah menyiapkan ambulans sejak subuh dan penggali kubur di TPU Sei Temiang. Andaikan tak dicegah, jasad Putri kemungkinan besar sudah terkubur pagi itu --bersama bukti-buktinya.

Sikap Wilson semakin mencurigakan ketika ia mengaku sebagai pengacara, memotret petugas, dan melontarkan ancaman. Tanpa ditanya, ia menegaskan bahwa Putri tidak meninggal akibat kekerasan. Pernyataan yang menurut penyidik justru menunjukkan upaya membelokkan fakta.

Titik balik terjadi ketika seorang saksi kunci --LC yang mengenal korban dan berada dalam jejaring agency-- memberi kesaksian bahwa Putri mengalami kekerasan sebelum meninggal. Testimoni itu membuat Polsek Sagulung menahan Wilson dan rekan-rekannya sambil menunggu kedatangan tim Polsek Batu Ampar sekitar pukul 10.00 WIB untuk mengambil alih penanganan.

Sumber internal juga mencatat kejanggalan lain: Wilson memilih RS Elizabeth dengan alasan rumah sakit lain "kurang bagus". Namun informasi lapangan menyebut ia memiliki kenalan dokter di sana --membuka dugaan baru soal motif pemindahan jenazah ke rumah sakit tersebut.

Peristiwa yang berlangsung senyap itu akhirnya menjadi fondasi terkuaknya salah satu kasus dugaan pembunuhan paling mencolok di Batam tahun ini. Ketelitian pihak rumah sakit dan gerak cepat Polsek Sagulung menjadi faktor penentu agar bukti tidak lenyap dan kebenaran tak ikut terkubur tanah.

Editor: Gokli