Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Operasi Pencarian dan Penanganan Dipercepat

Korban Bencana Sumut, Aceh dan Sumbar per 30 November, 442 Meninggal dan 402 Hilang
Oleh : Redaksi
Senin | 01-12-2025 | 13:08 WIB
cari-korban2.jpg Honda-Batam
Upaya pencarian korban hilang dan pembukaan akses jalan menggunakan alat berat di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). (BNPB)

BATAMTODAY.COM, Silangit - Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, melaporkan perkembangan terkini penanganan bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat, dengan total sementara 442 korban meninggal dan 402 orang masih hilang, melalui konferensi pers di Pos Pendukung Nasional Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Minggu (30/11/2025).

Tim gabungan yang terdiri atas BNPB, TNI/Polri, Basarnas, kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah terus memaksimalkan operasi pencarian, pertolongan, penyaluran logistik, dan pembukaan akses wilayah terdampak.

Sumatera Utara: 217 Meninggal, 209 Hilang

Di Sumatera Utara, jumlah korban meninggal dunia meningkat menjadi 217 orang setelah tim SAR kembali menemukan korban yang sebelumnya dilaporkan hilang. Korban tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Kota Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Nias.

Korban hilang naik menjadi 209 orang akibat banyaknya laporan kehilangan dari keluarga di posko-posko daerah. Jumlah pengungsi juga mencapai puluhan ribu jiwa di berbagai titik, termasuk 3.600 jiwa di Tapanuli Utara, 1.659 jiwa di Tapanuli Tengah, serta lebih dari 4.600 jiwa di Tapanuli Selatan.

Akses darat masih terputus di sejumlah kabupaten. Jalan Tarutung-Sibolga belum dapat dilalui di beberapa titik, sementara beberapa desa di Parmonangan dan Adiankoting masih terisolasi, dengan total lebih dari 12.000 jiwa terdampak. Di Mandailing Natal, jalur Singkuang–Tabuyung dan Batang Natal-Muara Batang Gadis terputus karena longsor.

Penyaluran Logistik dan Upaya Udara

Pengiriman logistik tahap pertama ke Kota Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan telah mencapai 100%. Distribusi ke Mandailing Natal, Kota Gunung Sitoli, dan Nias Selatan masih terkendala akses darat. BNPB melanjutkan distribusi melalui udara menggunakan tiga helikopter, termasuk pengiriman sembako, peralatan dapur, BBM, genset, serta perangkat komunikasi berbasis satelit.

Dukungan Pemerintah Pusat

BNPB mengerahkan tambahan 20 personel di Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah, sementara TNI/Polri menurunkan hingga 500 personel di Tapanuli Tengah. Presiden RI mengirim bantuan berupa alat komunikasi, genset, perahu karet, tenda, dan kebutuhan dasar lainnya. Total lima helikopter BNPB dan TNI telah difungsikan untuk membuka akses dan mendukung operasi pencarian.

Aceh: 96 Meninggal, 75 Hilang

Di Aceh, jumlah korban meninggal dunia tercatat 96 orang dan 75 orang masih hilang. Korban berasal dari 11 kabupaten/kota, termasuk Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya.

Lebih dari 62.000 KK mengungsi di seluruh wilayah terdampak. Akses transportasi masih terganggu, termasuk putusnya perbatasan Sumut-Aceh Tamiang, jembatan Meureudu, serta jalan nasional di Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah.

BNPB telah mengaktifkan perangkat komunikasi darurat Starlink di sejumlah titik prioritas. Sebelas dari 17 kabupaten/kota telah menerima bantuan logistik, yang dikirim melalui jalur udara, laut, dan darat. Presiden juga mengirim bantuan tambahan berupa Starlink, genset, perahu karet, paket pangan, dan tenda.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dijalankan menggunakan pesawat Cessna Caravan, sedangkan helikopter TNI dikerahkan untuk menjangkau wilayah yang terisolasi.

Sumatera Barat: 129 Meninggal, 118 Hilang

Di Sumatera Barat, korban meninggal dunia mencapai 129 orang, sedangkan 118 orang masih hilang dan 16 orang luka-luka. Pengungsi mencapai 77.918 jiwa dengan jumlah terbesar berada di Kota Padang dan Pesisir Selatan.

Sejumlah ruas jalan provinsi dan nasional terputus, termasuk Koto Mambang-Balingka, Pasar Baru-Alahan Panjang, Panti-Simpang IV, dan jalan nasional Padang Panjang-Sicincin. Upaya pembukaan akses dilakukan agar distribusi logistik dapat menjangkau seluruh titik terdampak.

Logistik tahap awal telah tiba di Padang Pariaman dan Pesisir Selatan. Bantuan tahap kedua sebanyak 120 ton tengah menuju sejumlah titik dan dikawal Polda Sumbar. Bantuan Presiden berupa Starlink, genset, tenda, LCR, dan mie instan telah tiba di Bandara Minangkabau.

BNPB mengoperasikan pesawat Caravan 208B dan helikopter Bell 505 untuk mendukung distribusi logistik, terutama ke wilayah yang belum dapat dijangkau melalui darat.

BNPB bersama TNI/Polri, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, relawan, dan mitra internasional terus mempercepat pencarian korban, pemulihan layanan penting, pembukaan akses, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Pembaruan informasi akan disampaikan secara berkala.

Editor: Gokli