Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

LDI 2025 Resmi Dibuka, Ajang Debat Nasional Dorong Literasi dan Karakter Pelajar Indonesia
Oleh : Redaksi
Sabtu | 29-11-2025 | 12:28 WIB
2911_LDI-2025-Resmi-Dibuka.jpg Honda-Batam
Pembukaan Lomba Debat Indonesia (LDI) 2025 untuk jenjang pendidikan menengah di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Selasa (25/11/2025). (Kemendikdasmen)

BATAMTODAY.COM, Yogyakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional resmi membuka Lomba Debat Indonesia (LDI) 2025 untuk jenjang pendidikan menengah di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Selasa (25/11/2025).

Kompetisi tahunan ini menjadi ruang bagi pelajar dari seluruh Indonesia untuk menampilkan kemampuan berpikir kritis, bernalar logis, dan berargumentasi secara konstruktif dalam berbagai isu nasional dan global.

Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, melaporkan bahwa LDI 2025 diikuti 12.780 siswa dari seluruh provinsi serta sekolah Indonesia di luar negeri. Jumlah pendaftar meningkat 10,98 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan tingkat keketatan seleksi mencapai rasio 1:56.

"Peserta berasal dari 37 provinsi dan satu sekolah Indonesia di luar negeri yang tersebar di Arab Saudi, Malaysia, dan Thailand," ujar Irene.

Ia menambahkan, penyelenggaraan lomba didukung oleh 46 juri nasional yang terdiri atas 2 juri pembina, 21 juri debat Bahasa Indonesia, dan 22 juri debat Bahasa Inggris. Selain itu, Chief Adjudication Panel (CAP) memastikan penyusunan mosi debat tetap relevan, sedangkan 8 tabulator bertugas mengelola skor serta memverifikasi seluruh hasil pertandingan agar proses rekapitulasi berlangsung akurat dan transparan.

LDI 2025 menjadi penutup rangkaian 14 ajang prestasi nasional yang digelar Puspresnas sepanjang tahun. "Tahun ini terdapat 1,3 juta peserta dari jenjang SD hingga SMA yang mengikuti kompetisi olahraga, seni budaya, riset, dan inovasi, termasuk siswa berkebutuhan khusus," kata Irene.

Ia menegaskan bahwa lomba debat tidak hanya mengasah argumentasi, tetapi juga membentuk karakter pelajar. "Esensi debat adalah bagaimana menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab, menghormati lawan bicara, dan menyusun argumen berdasarkan literasi, data, dan fakta," jelasnya.

Ia juga meminta peserta menjunjung sportivitas selama kompetisi berlangsung.

Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta, G. Sri Nurhartanto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para peserta dari berbagai daerah. Menurutnya, LDI menjadi wadah bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan penalaran akademik.

"Peserta hadir untuk adu argumen dan menunjukkan kekuatan analisis guna meyakinkan juri bahwa gagasan yang disampaikan berlandaskan argumen yang kokoh," tuturnya.

Nilai dasar universitas --unggul, inklusif, humanis, dan berintegritas-- dinilai selaras dengan semangat LDI. Nurhartanto berharap ajang ini dapat memberikan pengalaman berharga bagi peserta sekaligus memperkuat karakter generasi muda Indonesia.

Perwakilan Dewan Pembina LDI 2025, Nyoman Radjin Aryana, turut memberikan arahan teknis dalam pembukaan kegiatan. Ia mengapresiasi kesiapan Universitas Atma Jaya sebagai tuan rumah.

"Semoga kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi penyelenggara, tetapi juga bagi lahirnya talenta-talenta terbaik bangsa," ujarnya.

Nyoman juga memperkenalkan komposisi Dewan Juri Inti dan Chief Adjudication Panel yang akan memimpin kompetisi debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, agar peserta memahami peran para pemangku teknis selama perlombaan.

Melalui LDI 2025, Kemendikdasmen menegaskan komitmen memperkuat pembinaan talenta debat sebagai bagian dari peningkatan literasi, karakter, dan kemampuan bernalar pelajar. Kompetisi ini diharapkan mampu memperluas wawasan argumentasi sekaligus melahirkan generasi muda yang siap berkontribusi bagi kemajuan pendidikan dan masa depan Indonesia.

Editor: Gokli