Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ekonomi Kepri Tumbuh Tertinggi di Sumatera

BI Dorong Penguatan Sinergi Kebijakan untuk Hadapi Tekanan Global
Oleh : Aldy
Sabtu | 29-11-2025 | 10:48 WIB
ka-bi.jpg Honda-Batam
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang berlangsung secara hybrid dan diikuti seluruh kantor perwakilan, termasuk BI Kepri, di Hotel Wyndham Panbil, Jumat (28/11/2025) malam. (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Bank Indonesia menegaskan bahwa penguatan sinergi lintas kebijakan merupakan kunci menghadapi tekanan global yang diperkirakan meningkat pada 2026-2027.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang berlangsung secara hybrid dan diikuti seluruh kantor perwakilan, termasuk BI Kepri, di Hotel Wyndham Panbil, Jumat (28/11/2025) malam.

PTBI 2025 turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Menteri Keuangan Purba Wasesa, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.

Ekonomi Kepri Tumbuh Tertinggi di Sumatera

Bank Indonesia Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan kinerja ekonomi regional yang mencatat pertumbuhan impresif. Pada triwulan III 2025, ekonomi Kepri tumbuh 7,48 persen (yoy), melampaui nasional yang berada pada level 5,04 persen (yoy). Catatan tersebut menjadi yang tertinggi di Sumatera dan peringkat ketiga secara nasional.

Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto P, menjelaskan bahwa industri pengolahan, pertambangan, konstruksi, dan perdagangan menjadi motor pertumbuhan utama. Dari sisi pengeluaran, investasi, konsumsi rumah tangga, dan net ekspor menjaga momentum ekspansi ekonomi regional.

Inflasi Terkendali, Stabilitas Terjaga

Inflasi Kepri tercatat stabil dalam rentang sasaran 2,5+/-1 persen. Pada Oktober 2025, IHK berada di 0,36 persen (mtm) atau 2,08 persen (ytd), dengan inflasi tahunan sebesar 3,01 persen (yoy). Konsistensi pelaksanaan GNPIP melalui strategi 4K menjadi faktor utama pengendalian inflasi.

Sektor perbankan regional juga menunjukkan kinerja positif, tercermin dari pertumbuhan kredit, DPK, dan aset, sementara NPL tetap rendah. Di sektor pembayaran digital, penggunaan QRIS, BI-Fast, APMK, dan uang elektronik meningkat signifikan. Pengembangan QRIS cross-border pun menjadi prioritas untuk mendukung transaksi wisatawan mancanegara.

Berbagai agenda kolaborasi, seperti KURMA, Gebyar Melayu Pesisir, dan CERNIVAL, ikut memberikan dampak ekonomi bagi UMKM dan masyarakat.

Peringatan BI: Dunia Sedang 'Berawan Gelap'

Dalam sesi nasional, Perry Warjiyo mengingatkan bahwa ekonomi global tengah berada dalam kondisi "berawan gelap". Ia merinci lima tekanan utama dunia, yakni:

  1. Meningkatnya proteksionisme global.
  2. Perlambatan ekonomi AS dan Tiongkok.
  3. Penurunan inflasi global yang lambat sehingga suku bunga sulit turun.
  4. Kerentanan keuangan akibat transaksi derivatif berisiko.
  5. Lonjakan aset kripto dan stablecoin tanpa pengawasan memadai.

Perry menekankan perlunya percepatan penguatan Central Bank Digital Currency (CBDC) sebagai fondasi keamanan sistem keuangan digital.

Ia juga memaparkan lima arah kebijakan nasional untuk memperkuat ketahanan ekonomi:

  • Menjaga stabilitas dan mendorong permintaan domestik.
  • Mempercepat hilirisasi dan memperkuat ekonomi kerakyatan.
  • Memperdalam pasar keuangan dan mendorong UMKM.
  • Mengakselerasi integrasi ekonomi dan keuangan internasional.
  • Memperluas kerja sama perdagangan dan investasi.

Menurut Perry, konsep "stabilitas yang dinamis" atau sumitronomis --sinergi fiskal dan moneter-- menjadi fondasi agar ekonomi terus bergerak dan memberi manfaat bagi masyarakat. "Ke depan, mari kita perkuat sinergi. Bersatu, kita tangguh dan mandiri," tegasnya.

BI memproyeksikan ekonomi Kepri tumbuh 6,5 - 7,3 persen pada 2025 dan 6,4 - 7,2 persen pada 2026 dengan inflasi yang tetap terkendali.

Pemprov Kepri Apresiasi Capaian Ekonomi

Sekda Kepri, Luki Zaiman Prawira, yang mewakili Gubernur Ansar Ahmad, mengapresiasi capaian ekonomi Kepri. Ia menilai PTBI menjadi ruang evaluasi dan koordinasi menghadapi dinamika ekonomi global. "Kita cukup baik secara nasional. Pertumbuhan ekonomi Kepri tertinggi di Sumatera dan ketiga di Indonesia," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tiap daerah di Kepri memiliki karakteristik ekonomi berbeda sehingga membutuhkan pendekatan kebijakan yang tepat. "Kami akan memaksimalkan potensi masing-masing daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," katanya.

Gurindam Award 2025

Dalam kesempatan tersebut, BI Kepri menyerahkan Gurindam Award 2025 kepada delapan mitra strategis, termasuk TNI AL, UMRAH, Sat Nusapersada, UMKM, serta beberapa OPD daerah. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dan kolaborasi yang terjalin selama ini.

Editor: Gokli