Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ekonomi Indonesia Tahan Gejolak Global, Pemerintah Pacu Transformasi Digital dan AI
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 28-11-2025 | 15:28 WIB
qris-ekonomi.jpg Honda-Batam
Indonesia AI Day for Financial Industry 2025 di Jakarta, Kamis (27/11/2025). (Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kinerja ekonomi Indonesia terus menunjukkan resiliensi. Pada triwulan III-2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,04% (yoy).

Pemerintah optimistis laju ekonomi pada triwulan IV-2025 dapat meningkat ke kisaran 5,4 - 5,6%, didorong penyaluran bantuan sosial, BLT kesejahteraan rakyat, serta percepatan realisasi belanja negara. Pemerintah juga menyiapkan Strategi Kebijakan Ekonomi Jangka Menengah untuk mendorong percepatan pertumbuhan menuju target 8% pada 2029.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa salah satu elemen kunci percepatan ekonomi adalah pengembangan kecerdasan buatan (AI). Dalam acara Indonesia AI Day for Financial Industry 2025 di Jakarta, Kamis (27/11/2025), ia mengingatkan bahwa ekosistem AI global saat ini masih didominasi segelintir negara dan perusahaan besar.

"AI melahirkan algoritma dan teknologi yang bisa memperdalam ketimpangan. Tantangannya adalah memastikan teknologi tidak menciptakan ketidakadilan baru. Kita harus menjaga keseimbangan dan pemerataan akses," ujar Airlangga.

Pemerintah saat ini tengah menyiapkan Peta Jalan Kecerdasan Buatan sebagai panduan nasional agar pemanfaatan teknologi mendukung transformasi ekonomi jangka panjang.

Ekonomi digital Indonesia menunjukkan tren positif. Laporan Sea-conomy 2025 memproyeksikan nilai Gross Merchandise Value (GMV) mendekati USD100 miliar, terutama dari sektor e-commerce. Pengguna aplikasi berbasis AI juga mencatat kenaikan pendapatan hingga 127%. Survei PwC 2023 mencatat 56% pekerja Indonesia percaya AI dapat meningkatkan produktivitas, menempatkan Indonesia sebagai pasar potensial AI terbesar keempat di Asia.

Pada level regional, Indonesia aktif mendorong integrasi ekonomi digital melalui ASEAN DEFA yang menargetkan nilai ekonomi kawasan mencapai USD2 triliun pada 2030. Perundingan putaran ke-14 telah mencapai kemajuan dan berlanjut menuju putaran ke-15 sebelum finalisasi pada awal 2026. Selain itu, kesepakatan IEU-CEPA juga membuka akses baru bagi perdagangan digital Indonesia.

Bank Dunia menilai keberhasilan pengembangan AI bertumpu pada empat pilar: connectivity, compute, context, dan competency. Sejalan dengan itu, Indonesia memperluas jaringan infrastruktur telekomunikasi melalui pembangunan fiber optik, BTS, dan penguatan layanan 4G, 5G, hingga 6G. Pemerintah juga mendorong pembangunan pusat data berbasis energi hijau melalui insentif fiskal seperti tax holiday dan tax allowance, serta pengembangan model AI lokal seperti Sahabat-AI yang dikembangkan Indosat Ooredoo dan GoTo.

"AI membutuhkan pusat data yang besar, dan Indonesia punya potensi menjadi hub regional karena ketersediaan lahan, air, dan energi," kata Airlangga.

Di sektor keuangan, Airlangga menyoroti pentingnya inovasi seperti pemanfaatan Small AI untuk layanan perbankan digital, aplikasi keuangan mikro, hingga sistem pengambilan keputusan UMKM. QRIS menjadi contoh transformasi digital yang berhasil memperluas inklusi keuangan. Pada Juni 2025, volume transaksi QRIS tumbuh 148% (yoy), digunakan oleh 39 juta merchant dan 58 juta pengguna.

"AI harus memberikan manfaat bagi semua dan mendorong kesejahteraan masyarakat. Teknologi harus menghadirkan keadilan dan memperkuat ketahanan ekonomi," pungkas Airlangga.

Acara tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Haryo Limanseto, CEO B Universe Enggartiasto Lukita, serta Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Danny Buldansyah.

Editor: Gokli