Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Bidik Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen pada 2029, Perkuat Investasi Lewat Skema Two Countries Twin Parks
Oleh : Redaksi
Jumat | 28-11-2025 | 13:08 WIB
Two-Countries-Twin-Parks.jpg Honda-Batam
The City of Blessings China-Indonesia Economic and Trade Exchange dan Matchmaking Conference TCTP, Rabu (26/11/2025). (Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8% pada 2029 sebagai bagian dari visi jangka panjang di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu langkah strategis untuk mendorong akselerasi tersebut adalah mempererat kolaborasi dengan Tiongkok melalui skema Two Countries Twin Parks (TCTP), yang diyakini mampu mempercepat arus investasi, membuka lapangan kerja, dan menambah devisa negara.

Dengan populasi gabungan sekitar 1,7 miliar jiwa dan nilai ekonomi mencapai USD 19,2 triliun, Indonesia dan Tiongkok berada pada posisi kuat sebagai pusat pasar dan produksi global. Tiongkok juga menjadi mitra dagang utama Indonesia dengan nilai perdagangan bilateral yang mencapai USD135 miliar pada 2024.

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa TCTP menjadi inisiatif strategis kedua negara untuk membangun kawasan industri kembar yang saling terhubung sehingga mampu mengoptimalkan rantai nilai dan daya saing industri. Pernyataan itu ia sampaikan saat menutup acara The City of Blessings China-Indonesia Economic and Trade Exchange dan Matchmaking Conference TCTP, Rabu (26/11/2025).

Menurut Airlangga, kawasan kembar tersebut memadukan keunggulan sumber daya Indonesia, termasuk potensi tenaga kerja dan pasar domestik, dengan kekuatan Tiongkok dalam teknologi, pembiayaan, dan pengalaman manufaktur. Sinergi ini diharapkan mendorong pertumbuhan industri berkelanjutan.

TCTP juga menjadi katalis peningkatan investasi Tiongkok di Indonesia. Salah satu proyek yang berjalan adalah pengembangan kawasan industri di Batang, sementara Pulau Bintan digadang sebagai salah satu lokasi potensial berikutnya. Sepanjang 2024, investasi Tiongkok di sektor logam mencapai USD4 miliar dan di sektor farmasi USD 1 miliar.

Indonesia saat ini memiliki 19 perjanjian perdagangan internasional, termasuk dengan Uni Eropa yang akan berlaku pada 2027. Menko Airlangga berharap momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempercepat kerja sama dalam proyek-proyek TCTP.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Kota Fuzhou menandatangani 16 nota kesepahaman senilai Rp 36,4 triliun. Kesepakatan itu disaksikan langsung oleh Menko Airlangga dan mencakup sektor prioritas nasional seperti industri baja, nikel, pangan, perikanan terpadu, energi matahari, penyimpanan energi, riset kecerdasan buatan, teknologi industri, hingga pengembangan kawasan industri dan rantai pasok energi baru. Seluruh proyek direncanakan mulai berjalan pada 2026.

Nilai investasi tersebut setara dengan 24,3% dari total komitmen USD10 miliar yang disampaikan Pemerintah Kota Fuzhou saat kunjungan Kemenko Perekonomian pada Agustus 2025.

"Kita membutuhkan lebih banyak proyek di sektor industri baja, manufaktur, perikanan, tekstil, pertanian, teknologi baru seperti drone dan baterai EP, hingga infrastruktur dan AI. Pemerintah berharap kerja sama Indonesia–Tiongkok semakin erat," ujar Airlangga.

Usai acara, Airlangga melakukan pertemuan bilateral dengan Executive Vice Governor Fujian, Guo Ningning. Pertemuan tersebut membahas peluang pengembangan kawasan industri, urgensi penciptaan lapangan kerja, penguatan sektor perikanan, potensi perluasan rute penerbangan untuk mendukung pariwisata, serta kerja sama di bidang pendidikan.

Turut hadir sejumlah pejabat dari kedua negara, termasuk pejabat Pemerintah Kota Fuzhou dan Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital, Ali Murtopo Simbolon.

Editor: Gokli