Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

OJK dan Ratu Maxima Sepakati Pengembangan Program Financial Health di Indonesia
Oleh : Aldy
Jumat | 28-11-2025 | 12:28 WIB
2811_ojk-ratu-maxima-2025.jpg Honda-Batam
National Financial Health Event di Jakarta, Kamis (27/11/2025), yang diinisiasi Penasihat Khusus Sekretaris Jenderal PBB, Ratu Maxima. (Foto: OJK)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya mendukung program financial health atau kesehatan finansial yang diinisiasi Penasihat Khusus Sekretaris Jenderal PBB, Ratu Maxima, sebagai tindak lanjut penguatan literasi dan inklusi keuangan nasional. Program ini diharapkan dapat memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyampaikan bahwa pendekatan financial health selaras dengan kebutuhan Indonesia. "OJK siap bekerja sama dengan UNSGSA dan menggandeng seluruh pemangku kepentingan yang selama ini terlibat dalam program literasi dan inklusi keuangan untuk menyusun program kesejahteraan keuangan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat," ujarnya dalam National Financial Health Event di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ratu Maxima dalam kapasitasnya sebagai UNSGSA, serta Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi. Sekitar 1.000 perempuan dari berbagai komunitas juga hadir mengikuti acara.

Mahendra menuturkan, penguatan financial health sejalan dengan prioritas nasional yang menitikberatkan pada kemampuan pengelolaan keuangan yang baik, perlindungan terhadap guncangan finansial, hingga perencanaan masa depan masyarakat.

Ratu Maxima: Akses keuangan bukan tujuan akhir

Dalam pemaparannya, Ratu Maxima menekankan bahwa inklusi keuangan bukan hanya soal memiliki rekening bank, tetapi bagaimana masyarakat menggunakan akses tersebut untuk memperbaiki kualitas hidup.

"Kita harus membantu masyarakat dalam mengelola keuangan harian, menyiapkan anggaran, memilih kredit yang tepat, hingga merencanakan biaya pendidikan," ujarnya.

Ia turut menyoroti pentingnya kesiapan keluarga menghadapi risiko melalui asuransi dan dana darurat. Menurutnya, financial health mampu memperkuat stabilitas sistem keuangan, menumbuhkan ekonomi jangka panjang, dan menjadi perlindungan bagi masyarakat.

"Ini bukan sekadar isu makroekonomi. Bank dan fintech juga harus melihat ini sebagai kebutuhan penting, bukan CSR," tegas Maxima.

Ia menekankan tiga fokus utama dalam pengembangan financial health:

  1. Mengubah cara pandang literasi keuangan --bukan hanya mengenal produk, tetapi memastikan produk sesuai kebutuhan masyarakat.
  2. Menghadirkan produk keuangan yang aman, disertai inovasi perlindungan konsumen.
  3. Mendorong pelaku jasa keuangan memahami bahwa financial health adalah bagian dari model bisnis jangka panjang.

Dukungan Pemerintah dalam Program Kesejahteraan Keuangan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, digelar pertemuan bersama sejumlah pimpinan lembaga negara, termasuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Bank Indonesia, LPS, hingga Kementerian Keuangan.

Airlangga menegaskan pentingnya kesehatan finansial sebagai penopang stabilitas ekonomi. "Jika kesehatan keuangan keluarga menurun, konsumsi berkurang, tabungan terkuras, dan masyarakat kembali pada utang mahal. Dampaknya akan meluas pada stabilitas keuangan dan produktivitas nasional," ujarnya.

Bahas Maraknya Penipuan Keuangan

Ratu Maxima juga mengikuti diskusi terkait maraknya kasus penipuan (fraud) dan scam yang dipimpin Friderica Widyasari Dewi, bersama perwakilan Satgas Pasti dan Indonesia Anti-Scam Center (IASC).

Friderica memaparkan, selama setahun beroperasi sejak November 2024, IASC telah menerima laporan kerugian hampir Rp8 triliun akibat penipuan digital. OJK dan IASC kini tengah mengembangkan sistem informasi terpadu guna memperkuat deteksi, pencegahan, dan penindakan kasus penipuan keuangan di Indonesia.

Rangkaian kunjungan Ratu Maxima ditutup dengan pertemuan bilateral bersama seluruh Anggota Dewan Komisioner OJK untuk membahas tindak lanjut pengembangan program financial health di Indonesia.

Editor: Gokli