Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Mulai 2026, Aslan Energy Capital Bangun Dyna City Senilai Rp 38 Triliun di Pulau Belat dan Gunung Papan
Oleh : Freddy
Jum\'at | 28-11-2025 | 10:48 WIB
dyna-city.jpg Honda-Batam
CEO Aslan Energy Capital, Dr Muthu Chezhian, saat memaparkan model pengembangan Dyna City senilai USD 2,3 miliar kepada Bupati Karimun, Iskandarsyah serta jajaran, sebelum penandatanganan Head of Agreement (HoA) di Rumah Dinas Bupati, Kamis (27/11/2025). (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Karimun - Kabupaten Karimun kembali menjadi magnet investasi. Aslan Energy Capital, perusahaan energi dan teknologi berbasis Singapura, resmi menandatangani Head of Agreement (HoA) dengan Pemerintah Kabupaten Karimun sebagai langkah awal pembangunan megaproyek Dyna City senilai USD 2,3 miliar atau sekitar Rp 38 triliun.

Proyek ini ditargetkan mulai berjalan pada 2026. Penandatanganan HoA dilakukan langsung oleh Bupati Karimun, Iskandarsyah, dan CEO Aslan Energy Capital, Dr Muthu Chezhian, di Rumah Dinas Bupati. Kesepakatan ini menandai komitmen bersama dalam pengembangan kawasan energi bersih, mobilitas, dan transformasi digital yang terintegrasi.

Bupati Iskandarsyah menjelaskan bahwa Dyna City dirancang sebagai kota dinamis berbasis teknologi masa depan. Pembangunan akan dipusatkan di Pulau Belat dan Pulau Gunung Papan karena ketersediaan lahan yang mencapai kebutuhan minimal 2.000 hingga 4.000 hektare.

"Pihak Aslan Energy Capital sudah turun langsung meninjau sejumlah pulau. Akhirnya dipilih Pulau Gunung Papan dan Pulau Belat yang masih memiliki lahan luas," ujarnya, Kamis (27/11/2025).

Dalam skema kerja sama, perusahaan akan menggunakan sistem sewa lahan kepada pemilik setempat, disertai mekanisme bagi hasil keuntungan (profit sharing). Model ini, kata Bupati, memberi manfaat ganda bagi masyarakat pemilik lahan sekaligus memperkuat posisi Karimun sebagai pusat energi dan teknologi di Asia Tenggara.

Iskandarsyah memaparkan bahwa Dyna City akan dibangun di atas kawasan ribuan hektare dengan kapasitas energi bersih hingga 6 gigawatt (GW). Energi tersebut dialokasikan untuk dua peruntukan utama: 4 GW guna menopang kawasan industri lokal, pusat data, dan manufaktur mobilitas; serta 2 GW untuk ekspor energi bersih ke negara-negara ASEAN.

Lebih jauh, Dyna City akan dikembangkan dalam tiga zona utama kawasan energi bersih terpadu. Zona pertama mencakup pembangkit tenaga surya, fasilitas penyimpanan baterai, LNG, dan amonia biru. Zona kedua berfokus pada industri mobilitas dan manufaktur, termasuk produksi kendaraan listrik, baterai, chip AI, dan industri hijau.

Zona ketiga menghadirkan infrastruktur digital dan kecerdasan buatan dengan pembangunan pusat data hyperscale hingga 1,2 GW untuk mendukung teknologi AI dan sistem komputasi besar.

Bupati menegaskan bahwa investasi strategis ini bukan hanya memperluas ekosistem energi terbarukan di Karimun, tetapi juga mempercepat transformasi ekonomi digital nasional. "Kerja sama ini menjadi momentum besar bagi Karimun untuk naik kelas sebagai pusat energi dan teknologi masa depan," ujar Iskandarsyah.

Editor: Gokli