Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

APBN Jadi Instrumen Kunci Stabilitas dan Pemerataan Ekonomi Nasional
Oleh : Redaksi
Kamis | 27-11-2025 | 10:28 WIB
wamenkeu.jpg Honda-Batam
Wamenkeu Suahasil Nazara. (Kemenkeu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara, menegaskan bahwa peran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bukan sekadar mengelola anggaran negara, tetapi juga merancang kebijakan fiskal yang mampu menggerakkan APBN untuk mencapai tujuan ekonomi nasional. Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Rabu (26/11/2025).

Dalam paparannya, Suahasil menjelaskan tiga fungsi utama APBN, yakni stabilisasi, alokasi, dan distribusi. Ia menekankan bahwa APBN menjadi instrumen vital dalam menjaga stabilitas perekonomian, terutama ketika Indonesia menghadapi gejolak ekonomi global maupun domestik.

Menurutnya, Kemenkeu menjalankan kebijakan fiskal dengan prinsip countercyclical, yakni menyesuaikan arah kebijakan untuk meredam potensi inflasi berlebih atau resesi dalam. "Tugas kita adalah mengatur kebijakan fiskal. Ngumpulin duit negara dari pajak, kepabeanan, cukai, dan penerimaan masyarakat; lalu mengalokasikannya untuk belanja negara, transfer ke daerah, hingga pendanaan Kementerian/Lembaga. Jadi, APBN adalah komponen penting dalam ekonomi," ujar Suahasil.

Selain menjaga stabilitas, APBN juga berfungsi mengalokasikan sumber daya bagi pembangunan nasional. Pemerintah, melalui APBN, mendorong investasi di infrastruktur dan sektor strategis guna mempercepat transformasi ekonomi serta menciptakan lapangan kerja.

Suahasil turut menyoroti peran APBN dalam pemerataan kesejahteraan. Kebijakan seperti program perlindungan sosial, subsidi, dan transfer ke daerah dinilai menjadi mekanisme penting untuk menekan ketimpangan dan memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Ia menegaskan bahwa seluruh kebijakan fiskal yang dijalankan tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga dirancang untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan ekonomi dalam jangka panjang.

"Kemenkeu bukan hanya pengelola anggaran, tetapi juga perancang kebijakan yang membangun fondasi ekonomi Indonesia agar semakin inklusif dan tahan terhadap guncangan," tutupnya.

Editor: Gokli