Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Cegah Dampak Perundungan, RSJKO EHD Intensifkan Edukasi Kesehatan Mental Remaja di Bintan
Oleh : Harjo
Kamis | 20-11-2025 | 12:48 WIB
kuatkan-mental.jpg Honda-Batam
RSJKO Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban memperkuat edukasi kesehatan mental remaja melalui program "RSJKO EHD Singgah di Sekolah" di SMA Negeri 1 Bintan Utara pada Rabu (19/11/2025). (Foto: Harjo)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban memperluas edukasi kesehatan mental bagi pelajar melalui program "RSJKO EHD Singgah di Sekolah".

Kegiatan yang digelar di SMA Negeri 1 Bintan Utara pada Rabu (19/11/2025) ini diikuti ratusan siswa sebagai langkah pencegahan terhadap dampak serius perundungan.

Direktur RSJKO EHD, dr Asep Guntur Sapari, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan mental remaja. Menurutnya, kesehatan mental merupakan fondasi penting bagi perkembangan siswa.

"Program ini bertujuan memberikan edukasi penguatan mental remaja karena kesehatan mental menjadi dasar utama dalam tumbuh kembang mereka," ujarnya.

Kabid Diklat dan Litbang RSJKO EHD Kepri, Nina Noviana, mengungkapkan bahwa meningkatnya kasus perundungan --baik di sekolah maupun di rumah-- kini menjadi perhatian serius. Perilaku tersebut sering berujung pada depresi, stres, kecemasan, hingga tindakan ekstrem seperti bunuh diri.

"Peran orang tua dan sekolah sangat penting dalam menjaga kesehatan mental siswa. Orang tua harus memperkuat pola asuh, meningkatkan iman dan takwa anak, serta mendorong pengembangan minat dan bakat. Guru juga perlu peka terhadap siswa yang tampak memiliki masalah," jelasnya.

Nina menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi yang harus dihargai, dan lingkungan yang mendukung akan membantu mereka berkembang tanpa tekanan mental berlebih.

Psikolog Klinis RSJKO EHD Kepri, Riska Nova Pratiwi, menambahkan bahwa gangguan mental sering kali dipicu oleh perundungan dan kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak. Ia juga menyoroti konsumsi konten negatif yang dapat mengganggu kondisi psikologis remaja.

"Edukasi penguatan mental remaja diharapkan mampu menekan kasus perundungan karena dampaknya sangat besar," tegasnya.

Riska mendorong siswa yang menjadi korban perundungan untuk tidak memendam masalah sendiri. Ia meminta mereka segera melapor kepada guru atau orang tepercaya demi menjaga kesehatan mental. "Siswa harus membangun hal-hal positif bagi diri sendiri dan lingkungan pertemanan agar berkembang menjadi remaja yang produktif, berkualitas, serta sehat secara fisik dan mental," ujarnya.

Editor: Gokli