Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Industri Farmasi dan Kosmetik Indonesia Kuasai Pasar Global, Ekspor Meluas ke Lima Benua
Oleh : Redaksi
Selasa | 18-11-2025 | 13:08 WIB
pameran-kosmetik.jpg Honda-Batam
Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil, Taufiek Bawazier, saat meninjau Indonesia Pharmaceutical and Cosmetics for Sustainability 2025 yang berlangsung pada 12-14 November di Plaza Industri, Kementerian Perindustrian. (Kemenperin)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Industri farmasi dan kosmetik Indonesia kembali mencatat lompatan besar di pasar internasional. Sejumlah perusahaan berhasil menembus pasar ekspor di Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Oseania, menegaskan meningkatnya kepercayaan global terhadap standar, kualitas, dan inovasi produk buatan Indonesia.

Capaian ini meliputi kategori produk perawatan diri, kosmetik, obat-obatan, suplemen kesehatan, hingga bahan baku seperti minyak atsiri. Momentum ini sejalan dengan penyelenggaraan Indonesia Pharmaceutical and Cosmetics for Sustainability 2025 yang berlangsung pada 12-14 November di Plaza Industri, Kementerian Perindustrian. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil, Taufiek Bawazier, menekankan bahwa peningkatan ekspor menjadi bukti kuat ketangguhan industri nasional.

Di sektor kosmetik dan perawatan diri, beragam perusahaan mencatatkan penetrasi pasar yang signifikan. PT Prioritas Jaya Indonesia sukses mengekspor sabun pepaya merek Jinzu dan Thai ke Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Nigeria, dan sejumlah negara di Kepulauan Pasifik.

Produk parfum merek Honor dan Vlagio juga telah menembus Malaysia dan Filipina. Prestasi serupa ditorehkan PT Malidas Sterilindo lewat ekspor sabun dan sampo merek d'orzu ke Malaysia, serta PT Gemma Natura Lestari yang mengekspor merek Shumi ke Jepang dan Secrets ke Nigeria.

Kekuatan manufaktur Indonesia turut didukung pabrik berskala global. PT Yasulor Indonesia (L'Oreal) --pabrik terbesar grup L'Oreal di dunia-- mendedikasikan 60% kapasitas produksinya untuk ekspor ke hampir 20 negara, mulai dari kawasan ASEAN, Uni Emirat Arab, Pakistan, Australia, Korea, hingga Afrika Selatan. Unilever Indonesia juga mengirimkan berbagai produknya ke 22 negara.

Pada sektor farmasi, ekspansi global pun terus menguat. PT Darya-Varia Laboratoria Tbk berhasil masuk ke pasar Filipina, Hong Kong, dan Uni Emirat Arab. PT Indofarma Tbk mengekspor enam produk obat ke Afghanistan, tiga ke Singapura, dan dua ke Kamboja. PT Phapros turut memperluas pasar obat dan suplemen ke Timor Leste, Peru, dan Kamboja.

Perusahaan besar seperti Dexa Group memiliki jangkauan luas yang mencakup Asia Tenggara, Eropa (Inggris, Belanda, Polandia), Amerika Serikat, Kanada, serta Nigeria. PT Konimex juga mengirimkan produknya ke Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, Kamboja, China, Jepang, Arab Saudi, dan Kanada.

Produk herbal Indonesia tidak kalah diminati. PT Setia Kawan Abadi mengekspor Golden Koffie dan Go-Slim ke Nigeria, serta Pinoy Jamu Booster dan Integra ke Filipina. Sementara itu, PT Sinkona Indonesia Lestari berhasil mengekspor berbagai jenis minyak atsiri --seperti minyak nilam, sereh wangi, dan pala-- yang banyak digunakan sebagai bahan baku kosmetik.

"Capaian ekspor ini menjadi validasi atas standar kualitas tinggi dan inovasi industri farmasi dan kosmetik Indonesia. Permintaan global menunjukkan tren meningkat, terutama untuk produk berbahan alami yang dipadukan teknologi modern," ujar Taufiek saat meninjau pameran di Jakarta.

Keberhasilan ini memperlihatkan resiliensi sektor manufaktur strategis Indonesia dan kontribusinya terhadap devisa negara, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional sebagai produsen farmasi dan kosmetik berkualitas tinggi.

Editor: Gokli