Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Penanaman 3.000 Bibit Lamun di Dompak, Aksi Nyata Mitigasi Perubahan Iklim
Oleh : Devi Handiani
Jumat | 14-11-2025 | 20:08 WIB
Penanaman-Lamun1.jpg Honda-Batam
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum Pemko Tanjungpinang, Marzul Hendri, menghadiri seremoni peresmian penanaman 3.000 bibit lamun yang digagas oleh PT. PELNI (Persero) di Dompak. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum Marzul Hendri, menghadiri seremoni peresmian penanaman 3.000 bibit lamun yang digagas oleh PT. PELNI (Persero) Cabang Tanjungpinang bekerja sama dengan CarbonEthics.

Kegiatan ini dipusatkan di Rumah Rendah Karbon yang berlokasi di Jl. Tanjung Siambang, Perumahan Pemprov Kepri No. 79, Pulau Dompak, Jumat (14/11/2025).

Turut hadir Kepala Cabang Tanjungpinang I B A Putra Kencana, Vice President Treasuri & TJSL Fauziah Ferryana, Vice President Manajemen Risiko & ESG Tatang R. Dasuki, Direktur CarbonEthics Agung Bimo Listyanu, CEO CarbonEthics, serta Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT. PELNI Anik Hidayati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ahmad Yani, Kepala Bappelitbang Riono, serta Camat Bukit Bestari yang diwakili Sekcam Leo Gunawan, serta tokoh masyarakat dan para peserta kegiatan.

Dalam sambutannya, Marzul Hendri menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh undangan karena Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, berhalangan hadir.

Marzul juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada PT. PELNI dan CarbonEthics atas kontribusinya dalam aksi mitigasi perubahan iklim dan pelestarian alam pesisir Kota Tanjungpinang.

"Atas nama Pemerintah Kota Tanjungpinang, kami menyampaikan terima kasih kepada PT. PELNI yang telah berkomitmen melakukan aksi nyata mitigasi perubahan iklim melalui penanaman lamun ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para petani pesisir Dompak yang terlibat langsung menjaga kelestarian lingkungan di kawasan pesisir Pulau Dompak," ujar Marzul.

Ia menambahkan bahwa penanaman 3.000 bibit lamun tersebut memiliki makna mendalam bagi keberlanjutan ekosistem laut.

"Kegiatan ini bukan sekadar seremoni menanam anakan lamun. Lebih dari itu, ini adalah aksi nyata kita semua dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup, khususnya ekosistem pesisir dan laut di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Lamun adalah aset ekologis yang harus kita jaga bersama," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT. PELNI, Anik Hidayati, memberikan penjelasan mengenai alasan PT. PELNI memilih ekosistem lamun sebagai fokus program keberlanjutan lingkungan di wilayah pesisir Indonesia.

Anik menerangkan bahwa lamun merupakan salah satu tumbuhan laut yang paling efektif dalam meningkatkan kualitas ekosistem pesisir.

"Lamun memiliki pertumbuhan yang relatif cepat dan dapat mencapai tahap dewasa hanya dalam hitungan bulan. Hal ini menjadikan lamun pilihan yang sangat efektif untuk pemulihan ekosistem pesisir," jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa lamun memiliki peran besar dalam pengurangan karbon.

"Selain sebagai habitat biota laut, lamun mampu menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar. Lamun berperan mengurangi emisi karbon di perairan dan membantu menjaga keseimbangan ekosistem laut," tambah Anik.

Di akhir acara, Anik menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang atas dukungan yang telah diberikan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang atas kerja sama dan dukungan penuh terhadap agenda ini. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut demi keberlanjutan lingkungan pesisir kita," tutupnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan kegiatan penanaman bersama bibit lamun di kawasan Pantai Tanjung Siambang, Dompak. Para peserta, termasuk pemerintah daerah, PT. PELNI, CarbonEthics, komunitas pesisir, serta masyarakat, turut serta dalam aksi penanaman tersebut sebagai bentuk komitmen bersama menjaga lingkungan pesisir Kota Tanjungpinang.

Editor: Yudha