Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Peringati HKN 2025, Pemkab Karimun Berkomitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
Oleh : Freddy
Jum\'at | 14-11-2025 | 19:48 WIB
HKN-Karimun-2025.jpg Honda-Batam
Bupati Karimun, Iskandarsyah usai memimpin apel memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tahun 2025, Jumat (14/11/2025). (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Karimun - Pemerintah Kabupaten Karimun terus berkomitmen untuk menjadikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sebagai prioritas.

Hal disampaikan Bupati Karimun, Iskandarsyah usai memimpin apel memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tahun 2025, Jumat (14/11/2025).

Bupati Karimun mengatakan HKN tahun ini menjadi momentum bagi Pemkab Karimun untuk memberikan kemudahan akses pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sesuai dengan program Presiden Prabowo, maka Pemkab Karimun pada tahun 2026 menambah anggaran sebesar Rp 9 miliar untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.

"Sehingga masyarakat yang ingin berobat ke fasilitas kesehatan cukup dengan hanya menunjukkan E-KTP Kabupaten Karimun. Langkah ini diambil untuk mengcover sekitar 263.000 jiwa penduduk Kabupaten Karimun yang belum memiliki jaminan kesehatan," ungkapnya.

Bupati menyampaikan bahwa sekarang ini Universal health coverage (UHC) Kabupaten Karimun sudah mencapai 98 persen dan selain itu kepesertaan BPJS kesehatan di Kabupaten Karimun sudah mencapai target sebesar 98 persen dan UHC juga merupakan program jaminan kesehatan yang memang dirancang untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat terutama di wilayah yang telah mencapai cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan.

"Kelebihan UHC ini adalah layanannya langsung aktif, hanya dengan menunjukkan E-KTP, hal ini berbeda dengan BPJS, dimana masyarakat yang belum terdaftar harus mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan menunggu pula hingga dua puluh hari agar kepesertaan aktif," terangnya.

Bupati menambahkan selain program memberikan kemudahan akses kesehatan, pihaknya berkomitmen untuk menurunkan angka stunting.

"Karena, masalah stunting juga merupakan target kesehatan nasional untuk mencapai Indonesia Emas 10 tahun mendatang. Bangsa yang sehat akan menjadi bangsa yang hebat," pungkasnya.

Editor: Yudha