Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

PT BIB Pastikan Pembangunan Terminal 2 Hang Nadim Berlanjut Usai Putus Kontrak dengan WIKA
Oleh : Aldy
Kamis | 06-11-2025 | 15:48 WIB
anang-bib.jpg Honda-Batam
Direktur Utama PT BIB, Annang Setia Budhi. (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - PT Bandara Internasional Batam (BIB) menegaskan bahwa pembangunan Terminal 2 Bandara Hang Nadim Batam tetap berjalan meskipun kerja sama dengan kontraktor sebelumnya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), resmi dihentikan sejak 30 September 2025.

Direktur Utama PT BIB, Annang Setia Budhi, menyampaikan bahwa penghentian kerja sama dilakukan secara baik-baik dan telah disepakati kedua belah pihak. Langkah ini diambil untuk memastikan proyek strategis nasional tersebut dapat dilanjutkan dengan kontraktor yang memiliki kapasitas finansial dan teknis lebih kuat.

"WIKA memang sedang menghadapi kendala keuangan. Jadi kalau pun diteruskan, hasilnya tidak akan optimal. Karena itu kami sepakat mengakhiri kerja sama secara baik. Namun WIKA tetap menjadi salah satu pemegang saham di PT BIB," ujar Annang saat ditemui di Bandara Hang Nadim Batam, Rabu (5/11/2025).

Annang menegaskan bahwa penghentian kerja sama tidak disertai sanksi tambahan, karena keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama. Ia menambahkan, saat ini PT BIB tengah menyiapkan dokumen pelelangan untuk mencari kontraktor pengganti yang akan melanjutkan pembangunan Terminal 2.

"Kami targetkan awal 2026 sudah ada kontraktor baru yang siap melanjutkan pekerjaan," jelasnya.

Calon kontraktor baru, kata Annang, harus memiliki kesiapan menyeluruh baik dari sisi teknis maupun pendanaan, serta tidak sedang berada dalam proses restrukturisasi. "Yang kami pilih nanti adalah kontraktor yang sehat secara finansial dan siap bekerja penuh," tegasnya.

Selain proyek Terminal 2, PT BIB juga tengah memfinalisasi terminal kargo baru yang akan segera dioperasikan. Setelah fasilitas tersebut berfungsi penuh, terminal lama akan dibongkar untuk mendukung tahapan pembangunan berikutnya.

"Semuanya kami susun berurutan. Setelah kontraktor baru ditetapkan dan terminal kargo baru dioperasionalkan, barulah terminal lama kami demolis," tutup Annang.

Editor: Gokli