Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Terima Audensi AKSI

Ketua DPD RI Serap Aspirasi Kepala Desa Terkait Program MBG dan Koperasi Merah Putih
Oleh : Irawan
Kamis | 06-11-2025 | 10:48 WIB
Sultan_Aksi_1_copy_470x250.jpg Honda-Batam
Ketua DPD RI Sultan B Najamuddin usai menerima delegasi AKSI di Jakarta, Rabu (5/11/2025)

BATAMTODAY.COM, Jakarta-Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin, menerima audiensi Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI) di ruang kerja Panmus, Gedung DPD RI, Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (5/11/2025).

Audiensi tersebut menjadi ajang bagi para kepala desa untuk menyampaikan dukungan sekaligus masukan terhadap program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).

Dalam pertemuan itu, para kepala desa menyatakan komitmennya mendukung program Asta Cita Presiden, namun juga menyoroti sejumlah hal teknis yang perlu diperkuat agar pelaksanaannya lebih efektif di lapangan.

Program Kopdes Merah Putih sendiri dirancang sebagai wadah ekonomi desa yang terintegrasi dengan pelaksanaan MBG. Koperasi desa nantinya dapat menjadi penyedia dapur MBG maupun pemasok bahan baku pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

"Mereka menyampaikan dukungan terhadap program MBG dan pembentukan koperasi desa, tetapi juga memberikan masukan penting agar implementasinya lebih tepat sasaran," kata Sultan kepada wartawan usai pertemuan.

Menurut Sultan, banyak kepala desa menekankan pentingnya koperasi jasa sebagai penggerak ekonomi di tingkat lokal. Keberadaan koperasi dinilai mampu membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi desa, dan menciptakan kemandirian masyarakat.

Selain itu, AKSI juga mendorong agar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dilibatkan aktif dalam pelaksanaan program MBG. Dengan demikian, rantai pasok bahan pangan bergizi dapat dikelola langsung oleh desa, dan perputaran uang tetap berada di tingkat lokal.

"Mereka berharap agar BUMDes ikut menjadi bagian dari rantai pasok MBG, supaya manfaat ekonominya bisa langsung dirasakan oleh warga desa," jelas Sultan.

Selain itu, AKSI juga mendorong agar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dilibatkan aktif dalam pelaksanaan program MBG. Dengan demikian, rantai pasok bahan pangan bergizi dapat dikelola langsung oleh desa, dan perputaran uang tetap berada di tingkat lokal.

"Mereka berharap agar BUMDes ikut menjadi bagian dari rantai pasok MBG, supaya manfaat ekonominya bisa langsung dirasakan oleh warga desa," jelas Sultan.

Program Kopdes Merah Putih sendiri dirancang sebagai wadah ekonomi desa yang terintegrasi dengan pelaksanaan MBG. Koperasi desa nantinya dapat menjadi penyedia dapur MBG maupun pemasok bahan baku pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

Pemerintah, kata Sultan, telah menyiapkan proyek percontohan di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Buru, dan akan memperluasnya dalam waktu dekat.

DPD RI, lanjutnya, akan terus mengawal upaya penguatan ekonomi desa melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para kepala desa.

"Kita ingin agar perputaran ekonomi terjadi di desa. Ketika uang berputar di sana, maka pendapatan masyarakat akan meningkat dan kesejahteraan pun ikut naik," tegas Sultan.

Editor: Surya