Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pasangan Ahim-Efra Sabet Juara dan Bawa Pulang Mobil Baru

Turnamen Domino Terbesar di Kepri Catat Sejarah, 16 Ribu Peserta Ramaikan Ajang Pordi
Oleh : Aldy Daeng
Rabu | 05-11-2025 | 12:48 WIB
AR-BTD-4789-Domino-Kepri.jpg Honda-Batam
Ketua Pordi Kepri, Masrur Amin (tengah) usai menyaksikan laga final Turnamen Domino, yang telah berlangsung selama tiga bulan dan mencapai puncaknya pada Selasa malam (4/11/2025) di Mega Legenda, Batam. (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)

BATAMTODAY.COM, Batam - Turnamen domino terbesar dalam sejarah Provinsi Kepulauan Riau resmi menorehkan prestasi gemilang. Digelar oleh Persatuan Olahraga Domino Indonesia (Pordi) Kepri, ajang ini berhasil menarik 8.192 tim atau sekitar 16.000 peserta dari berbagai daerah, menjadikannya salah satu kompetisi domino terbesar di Indonesia.

Turnamen yang berlangsung selama tiga bulan itu mencapai puncaknya pada Selasa malam (4/11/2025) di Mega Legenda, Batam, dengan suasana meriah dan penuh sportivitas. Pasangan Ahim dan Efra keluar sebagai juara pertama dan berhak membawa pulang satu unit mobil Suzuki Carry baru.

Di posisi kedua, Tim Cemong meraih dua unit motor Yamaha Nmax, disusul Tim Aviari di posisi ketiga dan pasangan Amie-Marlin di posisi keempat, masing-masing menerima dua unit motor Yamaha 125.

Turnamen Domino Terbesar di Kepri

Ketua Pordi Kepri, Masrur Amin, menyebut turnamen ini sebagai sejarah baru olahraga domino di Kepulauan Riau, baik dari segi jumlah peserta maupun hadiah yang ditawarkan. "Ini turnamen terbesar yang pernah digelar di Kepri, dengan hadiah utama dua mobil dan enam motor. Antusias masyarakat luar biasa, dan kegiatan berjalan lancar tanpa kendala berarti," ujar Masrur usai menyaksikan laga final.

Masrur menjelaskan, meski biaya pendaftaran hanya Rp 60 ribu per pasangan, total hadiah mencapai nilai fantastis berkat dukungan sponsor dan para pegiat domino. "Minat masyarakat terhadap domino sangat tinggi. Dengan dukungan sponsor, kami bisa menghadirkan hadiah spektakuler yang belum pernah ada sebelumnya," tambahnya.

Ketua Pordi Batam, Eko, menambahkan bahwa turnamen ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran teknis bagi para pemain. "Ke depan, kami akan menyesuaikan sistem penilaian agar sesuai dengan standar nasional Pordi. Di tingkat nasional, penilaiannya tidak hanya berdasarkan sisa batu, tetapi juga poin masuk, adu, dan balak," jelasnya.

Menurut Eko, Pordi Batam akan terus melakukan sosialisasi sistem penilaian nasional agar turnamen di Kepri memiliki standar yang sama dan mencetak atlet yang siap berkompetisi di level nasional.

Target Prestasi Nasional

Masrur menambahkan, pada 15 November 2025, Pordi Kepri akan mengirim 17 tim (34 atlet) untuk berlaga di Turnamen Nasional Pordi di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, yang diperkirakan akan memecahkan rekor jumlah peserta dengan total hadiah mencapai Rp 1,2 miliar.

"Sebelumnya, Kepri sempat berada di peringkat keempat nasional. Tahun ini kami menargetkan hasil lebih baik dan membawa pulang prestasi membanggakan," ujar Masrur optimistis.

Sementara itu, pasangan juara Ahim dan Efra menyampaikan rasa syukur atas kemenangan mereka. "Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak, terutama Pordi Batam dan Kepri. Kemenangan ini bukan semata soal hadiah, tapi semangat sportivitas dan pembuktian kemampuan," kata Ahim.

"Kami berharap bisa berprestasi lebih tinggi di tingkat nasional dan mengharumkan nama Kepri," tambah Efra.

Turnamen domino Pordi Kepri tidak hanya mencetak sejarah sebagai kompetisi terbesar di Kepulauan Riau, tetapi juga menjadi ajang pemersatu lintas kalangan dan bukti bahwa domino dapat berkembang sebagai olahraga kompetitif berprestasi. Dengan semangat kebersamaan dan pembinaan berkelanjutan, Kepri menatap masa depan cerah dalam dunia olahraga domino nasional.

Editor: Gokli