Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kinerja Logistik Batam Melonjak Dua Digit, BP Batam Catat Rekor Baru di 2025
Oleh : Redaksi/Alex
Selasa | 04-11-2025 | 15:28 WIB
peti-kemas2.jpg Honda-Batam
BP Batam melalui Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan mencatat pertumbuhan signifikan pada sektor logistik selama sembilan bulan pertama 2025. (Foto: BP Batam)

BATAMTODAY.COM, Batam - Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) membukukan lonjakan kinerja logistik yang impresif sepanjang Januari-September 2025. Seluruh indikator utama, mulai dari volume peti kemas hingga kunjungan kapal barang, tumbuh dua digit dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tiga indikator utama --volume peti kemas, kargo umum, dan kunjungan kapal-- menunjukkan tren positif yang menegaskan posisi strategis Pelabuhan Batam di jalur perdagangan nasional maupun internasional.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengungkapkan bahwa peningkatan dua digit pada seluruh indikator merupakan bukti keberhasilan transformasi layanan pelabuhan yang terus ditingkatkan. "Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa Pelabuhan Batam semakin kompetitif dalam memberikan layanan logistik berstandar global," ujarnya.

Sepanjang Januari-September 2025, volume peti kemas yang ditangani Pelabuhan Batam mencapai 583.267 TEUs, naik 18% dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja ini ditopang oleh Terminal Peti Kemas Batu Ampar, yang setelah memulai Tahap Komersial 2 pada awal September, menyumbang 65% dari total volume dengan pertumbuhan signifikan 24%.

Amsakar menambahkan, aktivitas impor menjadi pendorong utama dengan lonjakan 27% atau setara 226.576 TEUs, sejalan dengan peningkatan kebutuhan industri. Sementara itu, ekspor tetap solid dengan pertumbuhan 19% atau 216.203 TEUs.

Tak hanya peti kemas, sektor general cargo juga mencatat rekor baru. Total aktivitas bongkar muat mencapai 8,6 juta ton, tumbuh 18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Terminal Umum Curah Cair Kabil dan Terminal Batu Ampar menjadi penyumbang terbesar terhadap capaian ini.

"Menariknya, logistik domestik mendominasi sektor general cargo. Volume bongkar muat untuk kebutuhan pasar dalam negeri melonjak hingga 25%, memperkuat posisi Batam sebagai pusat distribusi regional yang efisien," tutur Amsakar.

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, melaporkan jumlah kunjungan kapal barang mencapai 22.509 call dengan total bobot 39 juta GT, masing-masing naik 6% dan 11% dibandingkan tahun sebelumnya. Terminal Batu Ampar mencatat 6.139 call atau meningkat 11% dengan total bobot 7,8 juta GT.

Menurut Benny, peningkatan bobot kapal yang lebih tinggi dari jumlah kunjungan menandakan bahwa layanan pelabuhan Batam telah memenuhi standar efisiensi skala ekonomi di tingkat internasional.

"Pertumbuhan dua digit di sektor logistik ini mencerminkan sinergi kuat antara BP Batam, CIQP, dan para pemangku kepentingan. Semua pihak berkomitmen menjaga momentum transformasi digital dan efisiensi layanan agar Batam semakin kokoh sebagai penopang pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya.

Editor: Gokli