Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

KPK OTT Gubernur Riau Abdul Wahid Dukungan UAS
Oleh : Redaksi
Selasa | 04-11-2025 | 08:08 WIB
abdul_wahid_uas.jpg Honda-Batam
KPK melakukan OTT terhadap Gubernur Riau Abdul Wahid di Pekanbaru, Riau, Senin (3/11/2025)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Pekanbaru, Riau. Dalam OTT ini, KPK mengamankan 10 orang termasuk Gubernur Riau Abdul Wahid yang pada Pilkada 2024 lalu, didukung PDIP, Partai NasDem dan PKB, serta mendapat dukungan dari Dai kondang Ustad Abdul Somad UAS).

"Benar ada kegiatan tangkap tangan di Riau, saat ini ada 10 orang yang diamankan dalam OTT," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di KPK, Jakarta Selatan, Senin (3/10/2025).

Namun, Budi belum merinci lebih lanjut soal perkaranya. Budi menyebut sampai saat ini penyidik masih berada di lapangan.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto. Ia mengatakan, KPK memang melakukan Operasi Tangkap Tangan di Riau. Salah satu pihak yang ditangkap adalah Gubernur Riau Abdul Wahid.

"Salah satunya (yang ditangkap Gubernur Riau Abdul Wahid)," kata Fitroh.

Fitroh juga belum merinci lebih lanjut soal detail kasus yang membuat Abdul Wahid terjaring OTT

Pihak yang diamankan KPK masih berstatus terperiksa. KPK punya waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Infokom) Provinsi Riau, Teza Darsa mem bantah Gubernur Riau Abdul Wahid di OTT KPK.

Ia menyatakan bahwa Gubernur Abdul Wahid hanya dimintai keterangan oleh KPK dalam kapasitasnya sebagai pihak yang mengetahui adanya kegiatan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau.

"Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen membantu KPK dalam proses hukum terkait beberapa orang penyelenggara negara yang ditangkap tangan siang tadi," ujar Teza Darsa dalam keterangan persnya di Senin (3/11/2025).

Ia menegaskan, Pemprov Riau siap bersikap kooperatif dan mendukung penuh langkah penegakan hukum yang dilakukan oleh lembaga antirasuah tersebut.

"Pemprov Riau menghormati proses hukum yang tengah berjalan. Gubernur Abdul Wahid juga terbuka untuk memberikan keterangan apa pun yang diperlukan oleh penyidik KPK," tambahnya.

Ia menjelaskan, tidak ada penangkapan terhadap Gubernur, dan aktivitas pemerintahan di Kantor Gubernur Riau pada Senin sore masih berjalan normal.

Kadis Infokom Riau, Teza Darsa, memastikan bahwa seluruh jajaran Pemprov Riau menghormati langkah KPK dan siap memberikan akses informasi yang diperlukan.

"Bapak Gubernur tetap menjalankan tugas seperti biasa. Pemprov Riau akan terus mendukung KPK dalam menegakkan integritas dan tata kelola pemerintahan yang bersih," tegas Teza.

Abdul Wahid merupakan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia terpilih sebagai Gubernur Riau pada Pilkada 2024 didukung Koalisi PDIP, Partai NasDem dan PKB.

Abdul Wachid yang berpasangan dengan SF Hariyanto sebagai Wakil Gubernur Riau ni, mendapat dukungan dari Dai kondang Ustad Abdul Somad (UAS).

UAS juga menjadi Dewan Penasehat Tim Pemenangan Provinsi (TPP) Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau 01, Abdul Wahid-SF Hariyanto.

UAS pun membuat nota kesepakatan dengan pasangan calon Abdul Wahid dan SF Hariyanto.

Ada 16 poin kesepakatan jika nantinya menang Pilkada Riau.

Nota kesepakatan diteken langsung UAS dengan Abdul Wahid dengan tanda tangan basah keduanya.

Kala itu, UAS menyebut bahwa kesepakatan tersebut jangan sampai tidak ada hitam di atas putih, lantaran dirinya mendukung selama kepemimpinan Abdul Wahid.

"Saya bilang saya ini bukan sehari dua hari dukung mendukung ini. Saya mendukung itu ada poin-poinnya yang siap ditandatangani oleh Bang Abdul Wahid dan Pak SF Hariyanto," ungkap UAS di cuplikan video dikutip Senin (17/3/2025).

Selain itu, Abdul Wahid menjadi anggota DPR-RI periode 2019-2024 mewakili dapil Riau II. Ia juga pernah menjabat anggota DPRD Riau dua periode sejak 2009 hingga 2019.

Editor: Surya