Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemenkop Dukung PT Timah Berdayakan Koperasi Akomodir Penambang Rakyat
Oleh : Freddy
Senin | 03-11-2025 | 17:28 WIB
Timah-Berdayakan-Koperasi.jpg Honda-Batam
Rakor percepatan operasionalisasi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sektor pertambangan timah di Kantor Gubernur Bangka Belitung. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Pangkalpinang - Upaya PT Timah Tbk memberdayakan koperasi sebagai wadah yang dapat mengakomodir aktivitas penambangan rakyat mendapat dukungan positif dari Kementerian Koperasi.

Hal ini disampaikan Staf Khusus Menteri Koperasi RI, Prof. Ambar Pertiwiningrum dalam rapat koordinasi dalam rangka percepatan operasionalisasi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sektor pertambangan timah yang berlangsung di Kantor Gubernur Bangka Belitung.

Ambar mengatakan, koperasi dapat mengelola sektor pertambangan dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah no 39 tahun 2025. Menurutnya, koperasi harus memperkuat jumlah anggota sehingga semakin banyak masyarakat yang bergabung sebagai anggota koperasi dan betul-betul bisa menikmati dan merasakan manfaat kesejahteraan sebagai anggota Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih.

"Ini sangat luar biasa, dengan hadirnya PT Timah untuk melibatkan masyarakat melalui koperasi. Saya sangat bangga dan bersyukur bahwa PT Timah bersama pemerintah daerah fokus betul-betul komitmen untuk kesejahteraan masyarakat," ujar Ambar melalui siaran pers, Senin (3/11/2025).

Menurutnya, koperasi merupakan lembaga yang berbadan hukum, sehingga bisa melakukan kemitraan dengan perusahaan agar bisa meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi yang juga masyarakat sekitar tambang.

"Ini diutamakan untuk koperasi desa dan kelurahan yang ada IUP PT TIMAH Tbk. Kita fokus koperasi ini harus benar-benar merekrut sebanyak-banyak anggota, tidak hanya masyarakat penambang, tapi mereka juga bisa merasakan manfaat dari fasilitas koperasi merah putih ini. Contohnya koperasi ini akan dibangun gerai sembako sehingga nantinya masyarakat akan mendapatkan sembako murah karena ini didapatkan langsung dari BUMN misalnya Bulog, " ujar Ambar.

Namun demikian, Ambar mengingatkan agar para anggota koperasi yang bermitra dengan PT Timah Tbk harus mengikuti aturan yang berlaku, dimana hasil tambang harus diberikan kepada PT.Timah Tbk sebagai pemilik IUP.

"Penambang jelas harus mengikuti rules, harus ikuti prosedur yang baik dan benar dan sesuai regulasi bukan jadi penambang liar. Saya ingin koperasi merah putih ini merekrut anggota penambang wajib masuk di dalam koperasi desa kelurahan merah putih, sehingga bisa merasakan benar manfaatnya. Misalnya nantinya penambang dari KDMP Desa A berarti betul anggota berarti legal, tapi kalau tidak jangan ngaku-ngaku," Pesan Ambar.

Kendati demikian, Ambar tidak menampik jika koperasi ingin melakukan penambangan harus memenuhi aturan yang berlaku. Namun, dirinya optimis koperasi dapat memenuhi persyaratan ini.

"Nanti akan ada Permenkop ini akan berjalan paralel, proses tidak instan jangan sampai salah langkah, harus mengikuti regulasi, para penambang yang ada di desa itu harus menjadi anggota koperasi merah putih, regulasi jelas, pendanaan jelas, hasil tambang penyaluran jelas dan satu pintu," jelas Ambar.

Upaya PT Timah untuk membangun kemitraan dengan koperasi disambut antusias oleh para anggota koperasi.

Salah seorang anggota Koperasi Merah Putuh Gunung Muda, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Mumtama mengatakan bahwa ini merupakan peluang bagi mereka untuk bisa terlibat dalam proses penambangan PT Timah, apalagi daerah mereka merupakan daerah pertambangan.

"Alhamdullillah merasa bahagia dengan komitmen gubernur bersama PT.Timah memberi peluang yang sebesar-besarnya kepada masyarakat untuk mengelola lahan Ini anugerah dan kami merasa yakin dengan demikian kami harus wanti-wanti dengan warga agar hasil timah itu bisa disalurkan ke wadah yang sudah ada ke PT Timah," kata Mumtama.

Terkait dengan kesiapan koperasi, Mumtama menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan untuk memenuhi regulasi terkait kemitraan dengan PT Timah.

"Alhamdulillah sudah kami siapkan, tinggal menambahkan kerjasama penambangan. Gedung pakai mana ada dulu. Kami menyambut baik hal ini, karena sudah lama dinantikan, khususnya di wilayah belinyu yang memang banyak tambang timah," ujar Mumtama.

Mumtama menyebutkan bahwa koperasi mereka telah memiliki 800 anggota yang diantaranya merupakan penambang.

"Tantangan kedepan kami paling pengawasan jangan sampai peluang emas yang diberikan gubernur dan PT Timah dikecewakan, jangan sampai ada hasil timah yang lolos," tutup Mumtama.

Editor: Yudha