Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Polda Kepri Gelar Razia Terpadu di Tiga Pelabuhan Internasional Batam, Pastikan Jalur Laut Bebas Narkoba
Oleh : Aldy Daeng
Sabtu | 25-10-2025 | 14:28 WIB
cek-narkoba2.jpg Honda-Batam
Ditresnarkoba Polda Kepulauan Riau menggelar razia terpadu di sejumlah pelabuhan internasional Kota Batam, Sabtu (25/10/2025) pagi. (Foto: Aldy Daeng)

BATAMTODAY.COM, Batam - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepulauan Riau menggelar razia terpadu di sejumlah pelabuhan internasional Kota Batam, Sabtu (25/10/2025) pagi.

Kegiatan dalam rangka Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) ini digelar untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang berpotensi masuk melalui jalur laut internasional.

Razia dimulai sejak pukul 07.00 WIB hingga tuntas dan melibatkan ratusan personel gabungan dari berbagai satuan kerja di lingkungan Polda Kepri. Sasaran utama operasi ini ialah penumpang kapal internasional asal Malaysia yang tiba di Batam melalui tiga pelabuhan utama.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, menjelaskan bahwa razia dilaksanakan serentak di Pelabuhan Internasional Batam Center, Pelabuhan Harbour Bay Batu Ampar, dan Pelabuhan Gold Coast Bengkong.

Sebanyak 60 personel Ditresnarkoba, 9 personel K-9 Ditsamapta, 3 personel Biddokkes, dan 2 personel Bidpropam diterjunkan di lapangan. Operasi turut melibatkan 9 ekor anjing pelacak (K-9) untuk memeriksa barang bawaan penumpang dan mendeteksi kemungkinan adanya narkotika.

"Razia dilakukan dengan memeriksa seluruh barang bawaan penumpang yang datang dari Malaysia. Selain itu, dilakukan penggeledahan badan secara acak dan pelacakan oleh K-9 terhadap paket atau benda mencurigakan," ujar Kombes Anggoro.

Menurutnya, penumpang yang diperiksa berasal dari berbagai kapal internasional, antara lain Citra Fast Ferry dan Marina Line dari Stulang Laut, IGS (International Golden Shipping) dari Pasir Gudang, serta MV Dolphin 01 dan Marine Hawk 5 yang bersandar di Pelabuhan Harbour Bay. Sementara di Pelabuhan Gold Coast Bengkong, pemeriksaan dilakukan terhadap penumpang Dolphin Ferry dari Stulang Laut.

"Total 413 penumpang dari enam kapal internasional diperiksa secara menyeluruh oleh petugas gabungan. Setiap penumpang kami periksa satu per satu dengan pengawasan ketat," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya penyalahgunaan narkoba maupun barang bukti narkotika. Petugas juga tidak menemukan indikasi adanya jaringan pengedar yang memanfaatkan jalur laut dari Malaysia menuju Batam.

Meski hasil operasi nihil, pihak kepolisian mencatat masih terdapat keterbatasan alat pendeteksi narkoba portabel yang memungkinkan pemeriksaan tubuh tanpa kontak langsung. Sementara itu, informasi dari informan terkait dugaan penyelundupan narkoba melalui pelabuhan internasional Batam masih perlu diverifikasi lebih lanjut.

Razia berakhir sekitar pukul 11.00 WIB dengan hasil nihil temuan. Namun, Ditresnarkoba Polda Kepri menegaskan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala dan berkelanjutan sebagai langkah preventif menutup ruang peredaran narkoba lintas negara.

"Kegiatan pencegahan seperti ini penting dilakukan untuk memastikan Batam tetap aman dari ancaman narkoba, mengingat posisinya yang strategis di jalur pelayaran internasional," tutup Kombes Pol Anggoro Wicaksono.

Editor: Gokli