Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

OJK Dorong Literasi Keuangan Perempuan Lewat Edukasi Dharma Pertiwi 2025
Oleh : Aldy Daeng
Jum\'at | 24-10-2025 | 08:08 WIB
edukasi-keuangan1.jpg Honda-Batam
Edukasi Keuangan bagi Pengurus Pusat dan Anggota Dharma Pertiwi, yang digelar di Gedung Gatot Soebroto, Denma Mabes TNI, Jakarta Timur, Rabu (22/10/2025). (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan bagi perempuan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Edukasi Keuangan bagi Pengurus Pusat dan Anggota Dharma Pertiwi, yang digelar di Gedung Gatot Soebroto, Denma Mabes TNI, Jakarta Timur, Rabu (22/10/2025).

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mengelola keuangan rumah tangga. Menurutnya, pemahaman finansial yang baik tidak hanya berdampak pada kesejahteraan keluarga, tetapi juga pada pembentukan karakter anak sejak dini.

"Ibu adalah guru pertama bagi anak-anaknya, termasuk dalam mengajarkan cara mengelola keuangan. Ini merupakan keterampilan hidup (life skills) yang akan berguna sepanjang hayat," ujar Friderica.

Friderica juga mengingatkan para peserta agar waspada terhadap penawaran investasi ilegal dan penipuan digital (scamming) yang marak melalui aplikasi telepon genggam. Ia menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi untuk mencegah kerugian finansial.

OJK, kata Friderica, akan terus memperluas program literasi keuangan ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, guna memperkuat inklusi keuangan nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Kegiatan ini dihadiri secara hybrid oleh Ketua Umum Dharma Pertiwi Evi Agus Subiyanto bersama 2.500 anggota Dharma Pertiwi dari seluruh Indonesia. Dalam sambutannya, Evi mengapresiasi langkah OJK dalam memberikan edukasi keuangan bagi perempuan.

"Dengan pemahaman yang baik, kita bisa mengelola keuangan rumah tangga secara bijak, tidak boros, dan mampu memanfaatkan produk keuangan sesuai kebutuhan," tutur Evi.

Ia menambahkan, literasi keuangan menjadi bekal penting untuk menghadapi situasi darurat dan perubahan pendapatan. "Dengan pengetahuan yang cukup, kita dapat membuat keputusan keuangan yang lebih bijak dan terukur," pungkasnya.

Editor: Gokli