Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pangkas Birokrasi Berbelit-belit, Kemendagri Luncurkan SIE
Oleh : Irawan
Kamis | 16-10-2025 | 09:28 WIB
Kemendagri,_SIE.jpg Honda-Batam
Kemendagri meluncurkan program Sistem Informasi Eksekutif di Jakarta, Rabu (15/10/2025)

BATAMTODAY.COM, Jakarta-Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meluncurkan Sistem Informasi Eksekutif (SIE) untuk memangkas birokrasi yang berbelit-belit dalam pengambilan keputusan, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan efektif pada Rabu 15 Oktober 2025.

Sebelumnya, Kemendagri telah meluncurkan Sistem Informasi Growth Wilayah (SIGROW) pada Rabu, 8 Oktober 2025.

SIGROW merupakan instrumen untuk memantau, mengawal dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah.

Sementara SIE merupakan langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, responsif, dan kolaboratif di era digital.

Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi (Pusdatin) Kemendagri Muhamad Valiandra menjelaskan, SIE dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan data yang akurat, terpadu, dan real-time sebagai landasan pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based policy).

Inovasi ini juga menjadi jawaban atas tantangan fragmentasi data, rendahnya interoperabilitas, serta terbatasnya kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi informasi.

"Selama ini, data pemerintah sering terpisah antarinstansi, tidak seragam, dan terlambat disajikan sehingga belum dapat dimanfaatkan secara optimal," kata Valiandra di Jakarta, Rabu 15 Oktober 2025.

Menurut dia, melalui SIE, semua informasi strategis, mulai dari pembangunan, keuangan daerah, kependudukan, hingga layanan publik kini terhubung dalam satu ekosistem data terpadu.

SIE menghadirkan visualisasi data interaktif, analisis cepat berbasis kecerdasan buatan (AI), serta fitur pemantauan capaian program prioritas nasional secara real-time. Dengan sistem ini, pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

"Salah satu manfaat yang kita harapkan adalah peningkatan efisiensi birokrasi hingga 30-40 persen, dan percepatan pengambilan keputusan dari hitungan minggu menjadi menit, sehingga akan ada penghematan anggaran operasional hingga ratusan miliar rupiah secara nasional, " ujar Kepala Pusdatin Kemendagri ini.

"Serta peningkatan kualitas layanan publik melalui data yang akurat dan tepat sasaran. Jadi, kita tidak ketinggalan terus dengan dinamika yang bergerak sangat cepat," sambungnya.

Langkah ini, lanjut dia, juga sejalan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 70 Tahun 2019 tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah dan Permendagri Nomor 5 Tahun 2024 tentang Satu Data Pemerintahan Dalam Negeri.

Kedua regulasi tersebut menjadi dasar penguatan tata kelola data nasional.

Selain itu, peluncuran SIE juga mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya Asta Cita ke-7 yang menekankan reformasi birokrasi, hukum, dan pencegahan korupsi.

"SIE diharapkan menjadi katalis dalam memperkuat sinergi pusat dan daerah, mempercepat transformasi digital pemerintahan, dan mendukung terwujudnya visi Asta Cita Presiden Prabowo,'" imbuh Valiandra.

Ia menegaskan, transformasi digital pemerintah harus berakar pada tata kelola data yang baik dan terstandar.

"Melalui integrasi data dari berbagai pemangku kepentingan, SIE diharapkan menjadi katalisator dalam mempercepat transformasi digital pemerintahan, memperkuat sinergi pusat dan daerah, serta mendukung pencapaian Asta Cita Bapak Presiden Prabowo," pungkasnya.

Editor: Surya


A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php54/root/usr/lib64/php/modules/xsl.so' - /lib64/libxslt.so.1: symbol xmlGenericErrorContext, version LIBXML2_2.4.30 not defined in file libxml2.so.2 with link time reference

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: